Zaki Petani Muda Purbalingga Buktikan Pertanian Bisa Menjadi Bisnis Modern
- Selasa, 20 Januari 2026
JAKARTA - Di tengah anggapan bahwa pertanian adalah pekerjaan tua dan tidak menjanjikan, muncul sosok petani muda yang berani menantang stigma tersebut.
Muzakki Lazuardy, akrab disapa Zaki, membuktikan bahwa dunia agribisnis dapat menjadi sektor masa depan yang menarik, terutama jika dikelola dengan teknologi modern.
Dari Kabupaten Purbalingga, Zaki berhasil mengembangkan pertanian berbasis hidroponik dan green house, serta menekankan profesionalisme dalam setiap langkahnya.
Baca JugaProgram Bedah Rumah PKP 2026, Ini Syarat dan Kriteria Penerimanya
Meski usianya masih tergolong muda, Zaki telah menunjukkan bahwa pertanian bukan sekadar kerja fisik, melainkan peluang bisnis yang bisa memberikan pendapatan stabil. Lulusan Agroteknologi Universitas Jenderal Soedirman ini memulai perjalanan agribisnisnya dengan keberanian dan strategi yang matang.
Awal Ketertarikan Zaki pada Pertanian
Sejak awal, Zaki sudah tertarik pada sektor pertanian. Ia pernah bekerja di bidang lain, namun setelah lebih dari satu tahun, ia menyadari bahwa hatinya ada di dunia pertanian. Akhirnya, pada tahun 2019, Zaki memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan sebelumnya dan fokus membangun usaha pertanian mandiri bernama Okazaki Farm.
“Sempat bekerja, tetapi setelah lebih dari satu tahun saya merasa memang ingin bertani. Akhirnya pada 2019 saya memberanikan diri resign dan fokus terjun ke dunia agribisnis,” ujar Zaki.
Keputusan ini bukan impulsif. Zaki membekali langkahnya dengan analisis pasar untuk menentukan komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar stabil.
Strategi Komoditas Bernilai Tinggi
Zaki memilih menanam edamame dan bawang merah, dua komoditas yang saat itu masih jarang digarap petani lokal, namun memiliki pasar yang luas. Menurut Zaki, kunci keberhasilan petani muda adalah mampu menganalisis kebutuhan pasar.
“Petani muda harus lebih bergerak dan menganalisis kebutuhan pasar. Kita cari komoditas apa yang dibutuhkan masyarakat dan bernilai tinggi,” jelasnya.
Nama Okazaki Farm sendiri berasal dari komoditas edamame yang dikenal sebagai kedelai Jepang. Branding ini membuat produknya mudah dikenali dan memberi identitas khusus bagi usahanya. Strategi ini terbukti efektif dalam membangun reputasi di pasar.
Modernisasi Pertanian dengan Green House
Seiring waktu, Zaki mulai memikirkan keberlanjutan pendapatan petani. Ia melihat bahwa stigma lama tentang pertanian sebagai pekerjaan kotor dan identik dengan kemiskinan perlu diubah.
Oleh karena itu, ia memanfaatkan lahan keluarga yang sempat terbengkalai untuk membangun sistem hidroponik dan green house.
Dengan modal tabungan pribadi, ia mempelajari teknologi pertanian modern dan menerapkannya di Okazaki Farm. Penerapan teknologi ini tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga mengurangi risiko gagal panen akibat cuaca atau hama.
“Alhamdulillah, dalam satu tahun berjalan hasilnya langsung terlihat. Karena sejak awal sudah kami rencanakan dari sisi produksi hingga pemasaran,” kata Zaki.
Okazaki Farm Sebagai Contoh Profesionalisme Pertanian
Kini, Okazaki Farm menjadi bukti nyata bahwa pertanian bisa dikelola secara profesional dan modern. Dengan perencanaan matang, inovasi, dan keberanian, usaha pertanian dapat menghasilkan keuntungan yang stabil dan berkelanjutan.
Selain itu, keberhasilan Zaki membuktikan bahwa pertanian juga bisa menjadi bidang yang menarik bagi generasi muda. Ia berharap kisahnya dapat menginspirasi banyak pemuda untuk melirik sektor pertanian sebagai peluang masa depan.
Dampak Positif untuk Generasi Muda
Keberhasilan Zaki memiliki beberapa dampak positif:
Memberikan inspirasi bagi petani muda: Generasi muda kini dapat melihat pertanian sebagai peluang bisnis, bukan sekadar pekerjaan fisik.
Mengubah persepsi masyarakat: Pertanian tidak lagi dipandang sebagai sektor kuno atau miskin, melainkan bidang profesional dengan peluang ekonomi tinggi.
Peningkatan produktivitas: Teknologi hidroponik dan green house meningkatkan hasil panen dan kualitas produk, sehingga lebih kompetitif di pasar.
Tips Sukses Bagi Petani Muda
Zaki menekankan beberapa hal penting bagi petani muda yang ingin sukses:
Analisis pasar: Ketahui komoditas yang dibutuhkan masyarakat dan memiliki nilai jual tinggi.
Inovasi teknologi: Gunakan metode modern seperti hidroponik atau green house untuk meningkatkan hasil panen.
Perencanaan matang: Mulai dari produksi hingga pemasaran harus diperhitungkan sejak awal.
Berani mengambil risiko: Kadang meninggalkan zona nyaman diperlukan untuk membangun usaha yang lebih menjanjikan.
Kisah Zaki membuktikan bahwa pertanian modern bukan hanya untuk petani tua atau pekerjaan tradisional.
Dengan keberanian, strategi yang tepat, dan inovasi, generasi muda dapat meraih sukses di dunia pertanian. Okazaki Farm menjadi bukti bahwa pertanian dapat profesional, menguntungkan, dan berkelanjutan.
Melalui usaha ini, Zaki berharap banyak pemuda yang sebelumnya enggan bertani dapat melihat potensi besar di sektor ini. Pertanian bukan sekadar pekerjaan fisik, tetapi peluang bisnis masa depan yang menjanjikan bagi generasi muda.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Pink Moon April 2026 Muncul Rabu Malam, BRIN Jelaskan Waktu dan Cara Melihatnya
- Selasa, 31 Maret 2026
Ditjenpas Siap Terapkan WFH Sesuai Regulasi Pemerintah Pusat Secara Bertahap
- Selasa, 31 Maret 2026
Garuda Indonesia Setop Rute Jakarta Bengkulu, Ini Alasan Resmi Kemenhub
- Selasa, 31 Maret 2026
Berita Lainnya
Harga Minyak Dunia Terus Naik Terdorong Krisis Timur Tengah dan WTI Menguat Tajam
- Selasa, 31 Maret 2026
Pertamina Klarifikasi Isu Kenaikan BBM Nonsubsidi Ditengah Dinamika Pasar Energi Global
- Selasa, 31 Maret 2026













.jpg)