Emiten Hary Tanoe IATA Gandeng Anak UNTR Mulai Produksi Batu Bara
- Kamis, 08 Januari 2026
JAKARTA - Langkah strategis dilakukan PT MNC Energy Investments Tbk melalui dimulainya fase produksi batu bara di Musi Banyuasin.
Perusahaan tambang ini menandai transisi penting dari tahap persiapan menuju kegiatan operasional penuh. Perubahan fase tersebut memperlihatkan kesiapan korporasi dalam mengeksekusi rencana bisnis jangka panjang secara terukur.
Seremoni penggalian pertama menjadi simbol dimulainya aktivitas produksi pada area konsesi anak usaha. Kegiatan ini mencerminkan kesiapan teknis, sumber daya, dan tata kelola yang telah dipersiapkan sebelumnya. Operasi ini dijalankan oleh PT Arthaco Prima Energy sebagai entitas anak yang memegang izin operasi produksi.
Baca JugaKAI Wisata Gencarkan Pengembangan Tour & MICE 2026 untuk Pasar Domestik dan Internasional
Lokasi tambang yang berada di Sumatera Selatan dipandang strategis dari sisi logistik dan cadangan. Keberadaan izin usaha operasi produksi memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan dimulainya produksi, perseroan memasuki fase penting dalam pengembangan portofolio energi.
Target Produksi dan Arah Pertumbuhan
Manajemen menyampaikan bahwa dimulainya produksi menjadi tonggak percepatan realisasi target batu bara. Produksi awal disiapkan untuk menopang sasaran jutaan ton dalam beberapa tahun ke depan. Tahap ini dirancang sebagai fondasi bagi peningkatan kapasitas yang berkelanjutan.
Dalam perencanaan awal, produksi ditargetkan mencapai sekitar tiga juta ton pada tahun pertama penuh operasional. Angka tersebut disusun berdasarkan kajian teknis dan proyeksi pasar yang realistis. Perusahaan menilai target ini sebagai capaian awal yang penting untuk menjaga momentum pertumbuhan.
Pada jangka menengah, kapasitas produksi berpeluang ditingkatkan hingga tujuh juta ton per tahun. Peningkatan ini akan mengikuti perkembangan skala operasional dan efisiensi tambang. Strategi tersebut memperlihatkan ambisi pertumbuhan yang tetap mempertimbangkan kehati-hatian bisnis.
Komitmen Manajemen dan Keberlanjutan
Direktur Utama MNC Energy Investment menegaskan bahwa dimulainya produksi mencerminkan komitmen bersama seluruh mitra kerja. Momentum ini digunakan untuk memastikan target ambisius dapat dicapai secara disiplin. Selain itu, perusahaan menempatkan keberlanjutan sebagai nilai penting dalam setiap tahap operasional.
Manajemen menilai kerja sama yang solid menjadi kunci keberhasilan pengelolaan tambang. Sinergi antara pemilik konsesi dan kontraktor diharapkan menciptakan kinerja yang optimal. Pendekatan ini juga diarahkan untuk memberikan manfaat bagi para pemangku kepentingan.
Nilai keberlanjutan tidak hanya dimaknai dari sisi lingkungan, tetapi juga ekonomi dan sosial. Operasional tambang diharapkan memberi dampak positif bagi wilayah sekitar. Dengan demikian, kegiatan produksi tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan pembangunan jangka panjang.
Kolaborasi dengan Anak Usaha UNTR
Dalam operasional tambang, IATA menggandeng PT Kalimantan Prima Persada sebagai kontraktor pertambangan. Perusahaan ini merupakan unit bisnis dari PT United Tractors Tbk dan bagian dari Grup Astra. Kolaborasi tersebut dipilih untuk memperkuat aspek teknis dan keunggulan operasional.
Perjanjian jasa pertambangan telah disepakati dengan nilai kontrak mencapai triliunan rupiah. Kerja sama ini dirancang untuk periode lima tahun dengan ruang lingkup yang jelas. Kesepakatan tersebut menjadi landasan penting bagi stabilitas operasional jangka menengah.
Manajemen menyatakan bahwa kolaborasi strategis ini memperkuat fundamental perusahaan. Kerja sama juga dinilai mampu meletakkan dasar pertumbuhan produksi yang signifikan di masa mendatang. Dengan dukungan mitra berpengalaman, operasional tambang diharapkan berjalan efisien.
Proyeksi Volume dan Nilai Strategis
Selama masa kontrak lima tahun, target produksi batu bara ditetapkan mencapai puluhan juta ton. Tahun pertama operasional menjadi fase penting untuk mencapai target awal yang telah disusun. Perencanaan ini disertai dengan pengelolaan volume material yang besar.
Total volume material yang akan dikelola mencapai ratusan juta bank cubic meter. Angka tersebut mencerminkan skala proyek yang signifikan dalam portofolio perseroan. Pengelolaan volume besar ini menuntut disiplin operasional dan perencanaan matang.
Dari sisi mitra, kerja sama ini dipandang menambah nilai strategis perusahaan kontraktor. Proyek ini memperluas portofolio sekaligus mengoptimalkan kapabilitas operasional yang dimiliki. Sinergi kedua pihak diharapkan memberikan kontribusi positif bagi kinerja jangka panjang masing-masing entitas.
Enday Prasetyo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Premi Asuransi Tumbuh Tipis, Klaim Capai Rp197 Triliun pada November 2025
- Jumat, 09 Januari 2026
Berita Lainnya
Jadwal DAMRI Bandara YIA Jumat Januari 2026 Lengkap Rute Tarif Terbaru
- Jumat, 09 Januari 2026
Terpopuler
1.
Simak Tabel KUR BRI 2026 Cicilan Bulanan Dengan Mudah
- 09 Januari 2026
2.
Bitcoin Bertahan Stabil di Atas 91 Ribu Dollar AS
- 09 Januari 2026
3.
Daftar Lengkap Resmi UMP 2026 Seluruh Provinsi di Indonesia
- 09 Januari 2026
4.
Waspada Pinjol Ilegal, Kenali Perbedaan dan Hindari Risikonya!
- 09 Januari 2026
5.
Dolar AS Tahan Stabil di Level Rp16.800 Rupiah Masih Tahan
- 09 Januari 2026












.jpg)