JAKARTA - Menjalani diet Intermittent Fasting (IF) menuntut strategi cerdas dalam memilih menu buka puasa. Meski tubuh sudah lapar setelah berjam-jam berpuasa, bukan berarti bebas mengonsumsi semua jenis makanan.
Pilihan makanan yang tepat dapat membantu tubuh kembali bertenaga, menghindari lonjakan gula darah, dan tetap mendukung penurunan berat badan.
Pemilihan menu yang salah, seperti gorengan atau makanan tinggi gula, justru bisa mengacaukan metabolisme dan membuat tubuh cepat lelah.
Baca JugaAxioo Adalah: Sejarah, Produk Unggulan, & Tantangan di Pasar Indonesia
Oleh karena itu, memahami makanan terbaik untuk buka puasa diet IF menjadi kunci agar energi pulih secara bertahap dan tubuh tetap kenyang lebih lama.
Protein Tanpa Lemak untuk Kenyang Lebih Lama
Protein berperan penting dalam mempertahankan massa otot sekaligus menunda rasa lapar. Setelah berpuasa, konsumsi protein tanpa lemak membantu tubuh pulih tanpa menambah lemak berlebihan.
Beberapa pilihan makanan yang direkomendasikan adalah: ayam tanpa kulit, ikan seperti salmon, tuna, dan kod, daging sapi tanpa lemak, telur, Greek yogurt, keju cottage, tahu, lentil, kacang-kacangan, serta edamame. Menu ini membuat tubuh tetap energik dan kenyang lebih lama, sehingga mencegah konsumsi berlebih saat berbuka.
Protein juga mendukung metabolisme yang optimal, menjaga kekuatan otot, dan menstabilkan kadar gula darah. Dengan memprioritaskan protein tanpa lemak, diet IF tetap efektif sekaligus aman bagi kesehatan tubuh.
Lemak Sehat untuk Rasa Kenyang dan Hormon Stabil
Lemak sehat sering disalahpahami, padahal memiliki peran penting dalam diet. Lemak membantu mempertahankan rasa kenyang, memproduksi hormon, dan menyerap nutrisi penting dari makanan.
Dalam konteks diet IF, lemak sehat juga menstabilkan gula darah sehingga mengurangi keinginan ngemil berlebihan saat berbuka.
Contoh makanan yang kaya lemak sehat antara lain alpukat, kacang-kacangan seperti almond, mete, dan kenari, serta biji-bijian seperti chia, hemp, dan rami.
Minyak sehat seperti minyak zaitun dan minyak kelapa, maupun ikan berlemak, juga bisa ditambahkan ke menu buka puasa. Kombinasi ini membuat tubuh lebih lambat mencerna makanan, menjaga rasa kenyang lebih lama, dan mendukung kesehatan jantung.
Karbohidrat Kompleks sebagai Sumber Energi Berkelanjutan
Karbohidrat kompleks berbeda dengan karbohidrat sederhana karena dicerna lebih lambat oleh tubuh. Ini berarti energi dilepas secara bertahap, tidak memicu lonjakan gula darah, serta memberi serat penting untuk pencernaan.
Pilihan karbohidrat kompleks yang sehat meliputi quinoa, beras merah, oat, roti gandum utuh, ubi jalar, dan labu. Mengganti nasi putih dengan sumber karbohidrat ini membantu tubuh tetap berenergi hingga sahur berikutnya.
Selain itu, serat dari karbohidrat kompleks meningkatkan rasa kenyang, membantu pencernaan, dan mendukung diet IF agar lebih efektif.
Dengan mengonsumsi karbohidrat kompleks, tubuh lebih stabil dan metabolisme tetap optimal. Ini membuat program IF lebih aman dan nyaman dijalani tanpa menimbulkan rasa lapar berlebihan atau kelelahan setelah berbuka.
Sayuran, Vitamin, dan Mineral untuk Kesehatan Optimal
Sayuran kaya serat dan buah-buahan beragam vitamin menjadi bagian penting dari menu buka puasa diet IF. Sayuran seperti brokoli, bayam, paprika, asparagus, dan daun hijau memberikan volume makanan sehingga menambah rasa kenyang.
Buah-buahan seperti beri, apel, dan jeruk juga menambah asupan serat serta vitamin penting.
Selain itu, vitamin dan mineral mendukung metabolisme tubuh agar tetap optimal setelah puasa. Vitamin B kompleks, vitamin C, kalsium, zat besi, dan elektrolit membantu menjaga energi, memperkuat daya tahan, dan mendukung fungsi organ vital.
Contoh makanan yang kaya mikronutrien antara lain air kelapa tanpa gula, pisang, alpukat, susu rendah lemak, dan stroberi.
Kombinasi protein, lemak sehat, karbohidrat kompleks, serta sayuran dan buah-buahan memastikan tubuh tetap sehat, kenyang lebih lama, dan berat badan tetap terkendali saat menjalani diet IF. Menu seimbang ini membantu metabolisme tetap berjalan optimal, mengurangi rasa lapar, dan menambah stamina sepanjang malam.
Dengan memahami makanan terbaik untuk buka puasa diet IF, tubuh mendapatkan energi yang dibutuhkan tanpa merusak target diet. Memilih makanan bergizi dan seimbang bukan hanya soal kenyang, tetapi juga menjaga kesehatan jangka panjang.
Dengan strategi ini, buka puasa tidak lagi menjadi momen konsumsi berlebihan, melainkan kesempatan untuk mereset energi tubuh dan menyiapkan metabolisme tetap stabil hingga sahur berikutnya.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Nora Wahby Dipercaya Memimpin Ericsson Indonesia, Percepat Pengembangan 5G
- Rabu, 07 Januari 2026
Peringkat idAA+ dari Pefindo untuk Jamkrindo Menunjukkan Prospek Stabil di 2026
- Rabu, 07 Januari 2026
Strategi Kemenkes Atasi Krisis Kesehatan Aceh dengan Ribuan Relawan Terjun Lapangan
- Rabu, 07 Januari 2026
Presiden Prabowo Gelar Retret Kabinet Merah Putih Evaluasi Kinerja Satu Tahun
- Rabu, 07 Januari 2026
Berita Lainnya
Apakah Telegram Bisa Disadap? Ini Fakta, Risiko, Cara Melindungi Akun
- Rabu, 07 Januari 2026



.jpg)








