Kamis, 08 Januari 2026

Situasi Venezuela Dinilai Belum Ganggu Pasokan BBM Nasional

Situasi Venezuela Dinilai Belum Ganggu Pasokan BBM Nasional
Situasi Venezuela Dinilai Belum Ganggu Pasokan BBM Nasional

JAKARTA - Ketegangan geopolitik internasional kerap memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas energi global, termasuk bagi negara pengimpor minyak seperti Indonesia. 

Isu terbaru mengenai hubungan Amerika Serikat dan Venezuela pun memicu pertanyaan publik tentang potensi dampaknya terhadap ketersediaan dan harga bahan bakar minyak di dalam negeri.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan bahwa hingga saat ini kondisi di Venezuela belum memberikan pengaruh berarti terhadap pasokan BBM nasional. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Indonesia masih berada dalam situasi energi yang relatif terkendali di tengah dinamika global yang berkembang.

Baca Juga

Surplus Perdagangan Indonesia Menguat, Ekspor Nonmigas Jadi Penopang Utama Nasional

Pemerintah menilai pasokan energi nasional masih aman

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menegaskan eskalasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela belum berdampak signifikan terhadap ketersediaan BBM di Indonesia. Pemerintah menyatakan belum melihat adanya gangguan langsung baik dari sisi pasokan maupun harga di pasar domestik.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa sumber minyak mentah Indonesia tidak berasal dari Venezuela. Dengan demikian, perubahan situasi politik di negara tersebut tidak serta-merta memengaruhi rantai pasok energi nasional.

Sumber minyak Indonesia berasal dari wilayah lain

Menurut Laode, ketergantungan Indonesia terhadap minyak mentah dari kawasan tertentu menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan. Selama ini, Indonesia memperoleh crude oil dari berbagai wilayah lain yang dinilai masih dalam kondisi aman dan stabil.

“Kita sumber crude-nya itu bukan dari sana. Jadi dari wilayah lain. Jadi masih stabil,” kata Laode usai penutupan Posko Nasional Sektor ESDM Nataru 2025–2026 di Jakarta, Senin. Pernyataan ini menegaskan bahwa jalur suplai energi Indonesia tetap berjalan normal.

Langkah antisipasi tetap dilakukan pemerintah

Meski belum terlihat dampak langsung, pemerintah menegaskan tidak bersikap pasif. Pemantauan perkembangan situasi global terus dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan perubahan harga minyak dunia maupun gangguan pasokan di masa mendatang.

“Antisipasi itu selalu ada,” ujar Laode. Pemerintah menilai kewaspadaan tetap diperlukan mengingat kondisi geopolitik global bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Aset Pertamina di Venezuela dalam kondisi aman

Sebelumnya, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi atau PIEP juga memberikan tanggapan resmi terkait situasi di Venezuela. Perusahaan tersebut merupakan pemegang saham mayoritas sebesar 71,09 persen pada Maurel & Prom (M&P), yang memiliki salah satu aset di negara tersebut.

Berdasarkan hasil pemantauan internal, PIEP menyatakan hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset maupun staf M&P yang beroperasi di Venezuela. Aktivitas perusahaan masih berjalan seperti biasa tanpa gangguan berarti.

Koordinasi dengan KBRI sebagai langkah kehati-hatian

Selain pemantauan internal, PIEP juga menegaskan terus menjalin koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Caracas. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian guna memastikan keselamatan aset dan sumber daya manusia Indonesia di wilayah tersebut.

Koordinasi berkelanjutan dinilai penting untuk memperoleh informasi terkini terkait kondisi keamanan dan politik setempat. Dengan komunikasi yang intensif, perusahaan dapat segera mengambil langkah jika terjadi perubahan situasi yang signifikan.

Arah kebijakan energi nasional tahun 2026

Dalam kesempatan yang sama, Laode juga menyinggung kebijakan strategis pemerintah pada 2026 terkait pengurangan ketergantungan impor solar. Pemerintah menargetkan pemenuhan kebutuhan solar nasional dapat sepenuhnya mengandalkan produksi dalam negeri.

Kebijakan tersebut sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan mengurangi impor, Indonesia diharapkan lebih tahan terhadap gejolak harga dan pasokan energi global.

Peran proyek RDMP Balikpapan

Salah satu penopang utama kebijakan tersebut adalah rencana beroperasinya proyek refinery development master plan atau RDMP Balikpapan. Proyek ini diharapkan mulai beroperasi pada Januari 2026 dan menjadi tulang punggung peningkatan kapasitas pengolahan minyak nasional.

“Tahun 2026 ini sesuai yang sudah diumumkan oleh Pak Menteri, bahwa solar itu nanti sudah kita tidak impor lagi. Jadi kita mengandalkan produksi dalam negeri setelah beroperasinya RDMP Balikpapan,” ucap Laode.

Pemerintah janji sampaikan perkembangan secara berkala

Laode menegaskan pemerintah akan menyampaikan setiap perkembangan terkait RDMP Balikpapan maupun kebijakan lanjutan di sektor energi sesuai mekanisme yang berlaku. Transparansi informasi dinilai penting agar publik memahami arah kebijakan energi nasional.

Dengan kombinasi pasokan yang masih stabil, langkah antisipasi berkelanjutan, serta penguatan produksi dalam negeri, pemerintah optimistis ketahanan energi Indonesia tetap terjaga. Situasi global akan terus dicermati, namun fokus utama tetap pada pemenuhan kebutuhan energi nasional secara aman dan berkelanjutan.

Sutomo

Sutomo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Indosat Catat Peningkatan Trafik 15 Persen Saat Nataru 2025, Tanda Layanan Semakin Luas

Indosat Catat Peningkatan Trafik 15 Persen Saat Nataru 2025, Tanda Layanan Semakin Luas

Kolaborasi Indonesia Jepang Dorong Riset Kampus Menuju Penguatan Industri Nasional

Kolaborasi Indonesia Jepang Dorong Riset Kampus Menuju Penguatan Industri Nasional

Kolaborasi Indonesia Jepang Targetkan Lahirnya Industri Teknologi Baru Dalam Dua Tahun

Kolaborasi Indonesia Jepang Targetkan Lahirnya Industri Teknologi Baru Dalam Dua Tahun

Lonjakan Penumpang Nataru Jadikan Bandara Soekarno-Hatta Tersibuk Sepanjang Akhir Tahun

Lonjakan Penumpang Nataru Jadikan Bandara Soekarno-Hatta Tersibuk Sepanjang Akhir Tahun

Stella Christie Tegaskan Industri Berbasis Sains Kunci Daya Saing Indonesia Global

Stella Christie Tegaskan Industri Berbasis Sains Kunci Daya Saing Indonesia Global