Adhi Karya Tagih Utang LRT Jabodebek Rp2,1 Triliun kepada Pemerintah
- Kamis, 06 Maret 2025
JAKARTA - PT Adhi Karya, perusahaan konstruksi terkemuka di Indonesia, kini tengah menghadapi tantangan finansial yang signifikan terkait dengan proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek. Perusahaan tersebut mengklaim bahwa hingga saat ini, mereka masih memiliki tagihan sebesar Rp2,1 triliun yang belum dibayarkan oleh pemerintah. Tagihan ini merupakan biaya yang dikeluarkan dalam rangka pembangunan proyek LRT Jabodebek yang telah menjadi salah satu proyek infrastruktur besar dalam rangka meningkatkan konektivitas di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek).
Konteks Proyek LRT Jabodebek
LRT Jabodebek resmi beroperasi sejak 28 Agustus 2023, dengan panjang jalur mencapai 41,2 km. Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menyediakan transportasi massal yang lebih efisien dan mengurangi kemacetan di kawasan metropolitan Jabodebek. Total investasi yang dikeluarkan untuk pembangunan proyek ini mencapai Rp32,6 triliun. Kehadiran LRT diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan transportasi di wilayah tersebut.
Langkah Penyelesaian Utang
Dalam upaya menyelesaikan permasalahan pembayaran ini, pihak PT Adhi Karya telah melakukan pertemuan dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Keuangan. Pertemuan ini bertujuan untuk mencari mekanisme penyelesaian pembayaran yang tepat sehingga utang tersebut dapat segera dilunasi. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Adhi Karya, Entus Asnawi Mukhson. “Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi terbaik demi kelancaran penyelesaian pembayaran ini,” ungkap Entus.
Tantangan Keuangan dan Dampaknya
Tagihan yang belum dibayarkan ini tentu menimbulkan tekanan finansial bagi PT Adhi Karya. Sebagai perusahaan konstruksi yang terlibat dalam berbagai proyek infrastruktur besar, kelancaran arus kas adalah hal yang krusial untuk menjamin keberlanjutan operasional serta memenuhi kewajiban kepada para pemasok dan subkontraktor. Belum adanya kejelasan pembayaran dari pihak pemerintah dapat memengaruhi kelancaran berbagai proyek lain yang saat ini tengah dikerjakan oleh perusahaan tersebut.
Selain itu, kelambatan dalam pembayaran juga berpotensi menimbulkan pertanyaan di kalangan investor dan mitra bisnis perihal kapasitas likuiditas dan manajemen keuangan perusahaan. Oleh karena itu, penyelesaian segera dari permasalahan ini diharapkan dapat menjaga kepercayaan dari para pemangku kepentingan yang terlibat, termasuk para investor.
Peran Pemerintah dalam Penyelesaian Masalah
Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan dan Kementerian Perhubungan, diharapkan dapat memberikan perhatian serius terhadap permasalahan ini. Sebagai pihak yang berperan dalam penganggaran dan pendanaan pembangunan infrastruktur, pemerintah seharusnya memastikan bahwa proyek-proyek yang telah selesai dikerjakan segera mendapatkan pembayaran yang sesuai dan tepat waktu.
David
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Dinamika Sembako Kehidupan: Ramalan Zodiak Hari Ini Fokus Evaluasi Rencana
- Kamis, 05 Februari 2026
Dinamika Internal Real Madrid: Isu Konflik Mencuat Akibat Eksperimen Taktik Arbeloa
- Kamis, 05 Februari 2026
IFEX 2026 Jadi Ajang Promosi Daya Saing Industri Mebel Indonesia Global
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
Jadwal Lengkap KA Prameks Yogyakarta Kutoarjo Kamis 5 Februari 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
Jadwal Terbaru Kapal Pelni Batam Jakarta Februari 2026 Lengkap Harga Tiket
- Kamis, 05 Februari 2026
Jadwal Kapal Pelni Makassar Tarakan Februari 2026 Lengkap Harga Tiket Terbaru
- Kamis, 05 Februari 2026
Garuda Indonesia Umrah Travel Fair 2026 Digelar Tiga Kota Tawarkan Paket Menarik
- Kamis, 05 Februari 2026
Terpopuler
1.
Pembukaan Tol Fungsional di Solo-Yogya dan Yogya-Bawen Lebaran 2026
- 05 Februari 2026
2.
3.
Buku Manasik Haji 2026 Kemenhaj Fokuskan Kemudahan untuk Lansia
- 05 Februari 2026
4.
Daftar 20 Kampus Paling Unggul di Asia Edisi TIME-Statista 2026
- 05 Februari 2026
5.
Xiaomi SU7 Geser Dominasi Tesla di Pasar Sedan Listrik China
- 05 Februari 2026








.jpg)



