JAKARTA - OpenAI resmi menghadirkan model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang lebih canggih dalam API pengembang mereka. Model AI penalaran bernama o1-pro ini diklaim mampu menghasilkan respons yang lebih baik secara konsisten dibandingkan versi sebelumnya dengan penggunaan daya komputasi yang lebih besar.
Model o1-pro kini tersedia untuk pengembang tertentu yang telah menghabiskan setidaknya 5 dolar AS (sekitar Rp82,6 ribu) dalam layanan API OpenAI. Namun, harga yang ditetapkan untuk menggunakan model ini tergolong mahal dibandingkan model sebelumnya.
Biaya Lebih Mahal Dibandingkan Model Sebelumnya
Baca JugaHansi Flick Ungkap Strategi Barcelona Raih Gelar Liga Champions Musim Ini
OpenAI membanderol biaya 150 dolar AS (sekitar Rp2,4 juta) per satu juta token (sekitar 750.000 kata) masukan dan 600 dolar AS per satu juta token keluaran yang dihasilkan oleh model tersebut. Biaya ini dua kali lipat lebih mahal dibandingkan GPT-4.5 untuk masukan dan sepuluh kali lebih mahal dibandingkan model o1 standar.
Meskipun harga yang ditawarkan tergolong tinggi, OpenAI optimistis bahwa peningkatan kinerja o1-pro dapat menarik perhatian para pengembang untuk menggunakan layanan AI premium mereka. Model ini dikembangkan untuk memberikan solusi yang lebih akurat dan andal bagi kebutuhan AI berbasis penalaran.
Seorang juru bicara OpenAI menjelaskan bahwa model o1-pro dirancang untuk “berpikir lebih keras” dan memberikan jawaban lebih baik dalam menangani masalah yang paling kompleks.
“Setelah menerima banyak permintaan dari komunitas pengembang, kami sangat antusias menghadirkan model ini ke dalam API guna menawarkan respons yang lebih andal,” ujarnya.
Performa o1-pro Masih Menuai Kritik
Meskipun diklaim lebih canggih, model o1-pro masih menghadapi beberapa tantangan. Model ini telah tersedia sejak Desember 2024 bagi pelanggan ChatGPT Pro dan telah diuji oleh banyak pengguna. Namun, berdasarkan laporan dari beberapa pengguna, model ini mengalami kesulitan dalam menyelesaikan teka-teki Sudoku dan bahkan terkecoh oleh ilusi optik sederhana.
Selain itu, tolok ukur internal OpenAI dari akhir tahun lalu menunjukkan bahwa o1-pro hanya sedikit lebih baik dibandingkan model o1 standar dalam menyelesaikan permasalahan pemrograman dan matematika. Namun, OpenAI menekankan bahwa meskipun peningkatannya tidak signifikan, model ini memberikan jawaban yang lebih dapat diandalkan dibandingkan versi sebelumnya.
Masa Depan AI Penalaran di OpenAI
Peluncuran o1-pro menjadi langkah terbaru OpenAI dalam mengembangkan AI yang lebih canggih dan dapat berpikir lebih dalam untuk menjawab berbagai tantangan yang kompleks. Meskipun ada kritik terkait keterbatasan kinerja model ini, OpenAI tetap optimistis bahwa pengembangan lebih lanjut akan meningkatkan kualitas dan kecanggihan AI mereka.
OpenAI juga terus berupaya meningkatkan sistem AI mereka agar semakin responsif dan efektif dalam berbagai aplikasi. Dengan meningkatnya permintaan akan AI yang mampu menangani tugas-tugas kompleks, OpenAI berharap model o1-pro bisa menjadi pilihan utama bagi pengembang yang membutuhkan solusi AI berkualitas tinggi.
Dengan harga yang lebih mahal dan kinerja yang masih menuai pro dan kontra, akankah o1-pro menjadi standar baru dalam AI penalaran? Waktu akan menjawabnya. Untuk saat ini, OpenAI terus berinovasi demi menghadirkan teknologi AI yang semakin canggih dan relevan bagi industri global.
Mazroh Atul Jannah
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Gen Z Jangan FOMO! Ini Risiko Ambil KPR Tanpa Hitung Daya Beli di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Bank Jateng Perluas KPR Subsidi di Batang: Gandeng 40 Pengembang untuk Hunian MBR
- Jumat, 06 Februari 2026
Analisis Saham Sektor Konsumsi: Strategi Investasi ICBP, SIDO, dan CMRY di Tahun 2026
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Lamine Yamal Jadi Ancaman Utama Barcelona dengan Dribel Paling Efektif Liga Spanyol
- Jumat, 06 Februari 2026
Eden Hazard Nilai Kenan Yildiz Lebih Cocok Bersinar Bersama Real Madrid
- Jumat, 06 Februari 2026
Cristiano Ronaldo Absen Lagi, Al Nassr Hadapi Al Ittihad Tanpa Andalan Utama
- Jumat, 06 Februari 2026
Spalletti Kritik Keputusan Juventus Usai Tersingkir Telak dari Atalanta Coppa Italia
- Jumat, 06 Februari 2026












