PNM Mekaar Biayai Perajin Sulam Kasab Aceh, Modal 2020 Dorong Produksi

PNM Mekaar Biayai Perajin Sulam Kasab Aceh, Modal 2020 Dorong Produksi
Penulis: Eka Putra Wijaya
Minggu, 20 September 2026 | 15:41:00 WIB

TEROPONGBISNIS.ID — Perajin sulam kasab asal Kuala Baru, Aceh, Asra (63), mengaku tambahan modal dari PNM Mekaar sejak 2020 membuat produksi kerajinannya tetap berjalan hingga kini. Pembiayaan itu dipakai membeli bahan lebih banyak agar pesanan yang datang dari berbagai daerah di Aceh bisa dipenuhi. Kisah Asra jadi gambaran bagaimana akses modal untuk usaha ultra mikro berdampak ke penghasilan warga sekitar.

Asra menekuni sulam kasab sejak 1990, kerajinan tangan khas Aceh yang prosesnya panjang dan menuntut ketelitian. Keterampilan yang awalnya ia jalankan sambil mengurus rumah tangga itu berkembang jadi usaha yang menopang ekonomi keluarga.

Permintaan sulam manik-manik kasab terus datang. Hasil karya Asra kini dipasarkan ke sejumlah daerah di Aceh, jauh melampaui pesanan tetangga sekitar rumahnya di Kuala Baru.

Modal 2020 yang Menahan Laju Produksi

Pada 2020, Asra bergabung sebagai nasabah PNM Mekaar untuk mendapat tambahan modal. Pembiayaan itu dipakai membeli bahan dalam jumlah lebih besar agar kapasitas produksi naik dan pesanan yang masuk bisa diterima lebih banyak.

"Alhamdulillah, tambahan modal tersebut membantu saya untuk tetap menjalankan usaha dan memenuhi kebutuhan produksi," kata Asra dalam keterangan tertulis, Minggu (20/9/2026).

Selain pembiayaan, Asra mendapat pendampingan berupa pelatihan soal benang kasab yang digelar di Kuala Baru. Pelatihan itu menambah pengetahuannya mengelola usaha kerajinan.

Efek Berantai ke Warga Sekitar

Kapasitas produksi yang meningkat membuat Asra bisa membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar. Mereka memperoleh tambahan penghasilan dari kegiatan produksi sulam manik-manik kasab.

Usaha yang semula hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga kini memberi manfaat ekonomi lebih luas. Keberadaan para perajin sekaligus menjaga keterampilan menyulam tetap hidup di Kuala Baru.

Peran Holding Ultra Mikro BRI Group

PNM Mekaar merupakan bagian dari Holding Ultra Mikro (UMi) yang dibentuk pada 2021. Holding itu menggabungkan BRI sebagai induk bersama Pegadaian dan PNM untuk memperluas akses layanan keuangan bagi segmen ultra mikro.

Ekosistem Holding UMi mencakup pembiayaan, simpanan, transaksi, hingga pendampingan usaha. Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyebut pemberdayaan jadi bagian penting membangun ekosistem ultra mikro yang berkelanjutan.

"Melalui Holding Ultra Mikro, kami ingin memastikan bahwa akses keuangan menjadi pintu masuk menuju pemberdayaan yang lebih luas. Pelaku usaha seperti Ibu Asra menunjukkan bahwa ketika akses pembiayaan dipadukan dengan pendampingan dan semangat untuk terus berkembang, usaha ultra mikro dapat memberikan manfaat yang jauh melampaui pemilik usahanya sendiri," ujar Dhanny.

Bagi Asra, dukungan modal dan pelatihan itu menjadi bagian perjalanan panjangnya mempertahankan sulam kasab selama lebih dari tiga dekade. Setiap karya yang dihasilkan bukan hanya sumber penghidupan bagi keluarga dan warga sekitar, tetapi juga menjaga keterampilan tradisional Aceh agar tidak hilang.

Reporter: Eka Putra Wijaya