Laba INCO Naik 313 Persen, Simak Potensi Dividennya
JAKARTA - Di tengah pertumbuhan kinerja, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) masih membutuhkan pendanaan untuk menjalankan ekspansi. Meski demikian, INCO tetap berpeluang membagikan dividen dari laba tahun buku 2025.
Direktur Vale Indonesia Rizky Andhika Putra menjelaskan bahwa fokus utama INCO saat ini adalah memastikan berbagai proyek pertumbuhan dapat diselesaikan sesuai target. Perseroan sedang memasuki periode ekspansi yang membutuhkan belanja modal dalam jumlah besar.
“Fokus utama dari kami dalam beberapa waktu ke depan adalah delivery daripada proyek-proyek pertumbuhan, tetapi tentunya tidak menutup kemungkinan perseroan dari waktu ke waktu melakukan review secara berkala,” ucapnya dalam paparan publik, Kamis (10/9/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Dia mengatakan, jika terdapat ruang untuk membagikan dividen, manajemen mengindikasikan distribusi akan lebih diarahkan dalam bentuk dividen tunai. Namun, Rizky belum memastikan besaran maupun keputusan pembagian dividen untuk tahun buku 2026.
“Jika didapatkan efisiensi nantinya dalam kategori spending capex maupun dari sisi operasional ada update, misalkan performa mendapatkan harga yang baik, tentunya itu dapat dilakukan secara berkala dan akan kami distribusikan lebih ke dividen final,” ucapnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Menilik kinerja hingga Juni 2026, INCO membukukan pendapatan sebesar US$ 543 juta, atau tumbuh 27% secara tahunan. Dari sisi bottom line, laba bersih anggota MIND ID tersebut melonjak 313% secara tahunan menjadi US$ 104 juta.
Sebagai pengingat, dari laba tahun buku 2025, INCO menetapkan dividen tunai sebesar US$ 45,63 juta. Nilai tersebut setara dengan 60% dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai US$ 76,06 juta.