TEROPONGBISNIS.ID — Agya generasi awal menjadi salah satu pilihan menarik di segmen city car bekas. Dengan dimensi yang ringkas, mobil ini mudah bermanuver dan parkir di jalanan sempit. Target penggunanya jelas: mereka yang butuh kendaraan sederhana untuk aktivitas sehari-hari.
Mesin 1KR-DE 1.000 cc: Sederhana tapi Mudah Dicari Spare Part-nya
Unit ini memakai mesin tiga silinder 1KR-DE berkapasitas 1.000 cc. Tenaga puncaknya 66 dk pada 6.000 rpm dan torsi 86 Nm di 3.600 rpm, cukup untuk kebutuhan stop and go di dalam kota.
Yang perlu dicatat, mesin ini belum dilengkapi Dual VVT-i. Teknologi tersebut baru hadir pada versi facelift 2017. Meski begitu, nilai jual utamanya justru pada kemudahan perawatan karena Agya cukup populer di Indonesia.
Komponen dan bengkel yang familiar dengan mesin ini relatif mudah dijumpai. Hal itu membuat biaya perawatan jangka panjangnya lebih terkendali dibanding beberapa rival sekelasnya.
Siapa yang Cocok Menggunakan Agya 2016?
Kapasitas 5 penumpangnya cukup fungsional untuk antar-jemput keluarga. Namun, jangan berharap performanya setara mobil bermesin lebih besar. Karakter mobil ini memang dirancang untuk irit dan praktis, bukan untuk diajak melaju kencang.
Jenis mobil ini paling masuk akal untuk kamu yang berkegiatan di dalam kota dan mengutamakan efisiensi. Bagi yang butuh kendaraan kedua atau mobilitas pribadi, Agya bekas menawarkan nilai yang sebanding dengan harga banderolnya.
Harga Mulai Rp80 Jutaan untuk Pasar Bekas
Dengan budget sekitar Rp80 jutaan, konsumen sudah bisa mendapatkan Agya keluaran 2016. Harga tersebut menjadikannya salah satu opsi city car termurah di pasar mobil bekas saat ini.
Sebelum membeli, penting memeriksa kondisi mesin dan riwayat perawatan unit. Pastikan juga mengecek apakah bodi pernah mengalami perbaikan akibat kecelakaan, karena hal itu sangat memengaruhi nilai jual kembali di kemudian hari.