Yen Dekat Level Terendah 1 Bulan Imbas Sentimen Hawkish The Fed
JAKARTA – Nilai tukar yen Jepang (JPY) sempat bergerak naik menyentuh posisi 159,80 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (31/8), meski masih bertahan di kisaran level terendah dalam kurun satu bulan terakhir. JPY terdorong turun seiring penguatan dolar akibat lonjakan sentimen hawkish dari pejabat Federal Reserve Kevin Warsh yang memicu ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada September tahun ini.
Seperti dikutip Tradingeconomics pada Senin (31/8), pasar saat ini memperhitungkan probabilitas sebesar 57% bahwa The Fed bakal menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) bulan depan, naik signifikan dari posisi sebelumnya yang sekitar 40% pada pekan lalu.
Para pelaku pasar turut mencermati potensi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BoJ) pada September di tengah kecemasan atas tekanan pelemahan yen serta laju inflasi akibat tingginya biaya impor.
Mata uang yen tercatat telah kehilangan lebih dari separuh dari total kenaikan nilainya pasca-intervensi gabungan pasar valuta asing Jepang-AS di akhir Juli, di mana masalah kelemahan struktural yang berkepanjangan terus membebani pergerakannya.
Yen diproyeksikan masih terus berada dalam tekanan akibat pelebaran selisih suku bunga, tingginya kekhawatiran kondisi fiskal di Jepang, serta dinamika pasar global yang dinamis.