Kekeringan di Nabire: Menteri PU Dody Kirim 9.200 Liter Air Bersih

Kementerian PU melalui BWS Papua menyalurkan 9.200 liter air bersih untuk 185 KK di tiga titik Nabire (foto.dok: Istimewa)
Penulis: Redaksi
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 02:26:22 WIB

Nabire – Mengeringnya sumur sebagai sumber air utama membuat sekitar 185 kepala keluarga (KK) di tiga titik permukiman di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih.

Merespons kondisi tersebut, Meteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak pada Kamis (27/8/2026). Penyaluran dilakukan di SP C Jalur 3, SP 1 Jalur 2 Timur, dan SP 1 Jalur 1 Timur.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemenuhan air bersih merupakan bagian penting dalam penanganan kekeringan, terutama ketika sumber air masyarakat mulai mengering.

“Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipastikan ketersediaannya. Ketika sumber air warga mengalami kekeringan, Kementerian PU melalui jajaran di lapangan harus bergerak untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut. Kita akan terus memantau kondisi dan memastikan dukungan diberikan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Dody Hanggodo.

Sebanyak 9.200 liter air bersih disalurkan menggunakan dua unit dump truck dengan empat tandon berkapasitas sekitar 2.300 liter. Penyaluran tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tiga lokasi terdampak.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, kebutuhan air bersih masyarakat diperkirakan mencapai sekitar 200 liter per KK per hari. Dengan jumlah sekitar 185 KK terdampak, kebutuhan air di tiga lokasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 37.000 liter per hari.

Di SP C Jalur 3, sekitar 60 KK terdampak setelah sumur warga mengering. Kondisi serupa terjadi di SP 1 Jalur 2 Timur yang dihuni sekitar 60 KK. Sementara di SP 1 Jalur 1 Timur, sekitar 65 KK mengalami kesulitan air bersih.

Ketika sumur mengering, masyarakat di sejumlah lokasi memanfaatkan sumber air alternatif dari Sungai Kalibumi yang berjarak sekitar 2 kilometer dari permukiman. Kondisi tersebut membuat pemenuhan air bersih menjadi kebutuhan yang perlu mendapat dukungan secara berkelanjutan.

Kekeringan juga berdampak pada sejumlah fasilitas umum, antara lain sekolah, tempat ibadah, dan puskesmas. Karena itu, distribusi air bersih tidak hanya mendukung kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjaga keberlangsungan aktivitas pelayanan masyarakat.

Kementerian PU melalui BWS Papua akan terus memantau kondisi di lapangan dan melakukan distribusi air bersih secara berkala sesuai kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan akses air bersih tetap tersedia bagi masyarakat selama kondisi kekeringan berlangsung.

Reporter: Redaksi