Dolar AS Menguat Tipis Menjelang Peristiwa Penting dan Sanksi Hari-H
JAKARTA – Pasar keuangan tetap relatif tenang untuk mengawali pekan baru lantaran para investor menahan diri dalam mengambil posisi besar sebelum berlalunya peristiwa penting pekan ini.
Pada hari Senin, kalender ekonomi tidak memuat rilis data ekonomi makro yang berdampak besar.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dijadwalkan mengadakan konferensi pers pada pukul 18:00 GMT (Selasa, 01:00 WIB) untuk mengumumkan sanksi 'economic D-Day' terhadap Iran.
AS bertujuan untuk "memutus setiap jalur kehidupan ekonomi" yang menopang Iran, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Indeks Dolar AS (USD) terangkat oleh sikap pasar yang waspada dan naik tipis ke area 99,00 setelah mengakhiri pekan lalu jauh di area negatif.
Di sisi lain, indeks saham berjangka AS ditransaksikan sedikit turun pada pagi hari waktu Eropa.
Biro Analisis Ekonomi AS (BEA) dijadwalkan merilis estimasi kedua data pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartalan serta angka Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) bulan Juli pada hari Rabu.
Hal yang lebih utama, para pelaku pasar bakal mencermati penyampaian dari Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh di Simposium Jackson Hole tahunan.
Para analis di ING menguraikan bahwa di luar sinyal kebijakan langsung dari Gedung Putih, terdapat dua agenda penting dalam kalender AS pekan ini, yaitu rilis inflasi PCE inti AS bulan Juli pada hari Rabu serta pidato utama Kevin Warsh pada Jumat sore di simposium Jackson Hole.
Meskipun Kevin Warsh kemungkinan besar tidak akan memberi banyak atau sedikit pun petunjuk atas langkah moneter The Fed bulan depan, ia harus menegaskan kembali kredibilitas The Fed dalam memerangi inflasi, sebagaimana dilansir dari berita sumber. Hal ini menjadi sebuah keharusan mengingat konferensi persnya pada bulan Juli sempat memicu aksi jual di ujung panjang pasar Treasury.
Presiden AS Donald Trump menginstruksikan pengenaan tarif 50 persen atas sekitar 5 persen ekspor Kanada ke AS menyusul kegagalan negosiasi pada akhir pekan lalu.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyampaikan pada hari Sabtu bahwa Kanada akan menerapkan tarif pada beberapa komoditas AS sebagai tindakan balasan.
"Kanada akan menyamai tarif baru Washington terhadap Dolar demi Dolar untuk melindungi pekerja, petani, keluarga, dan bisnis Kanada," kata Carney dalam konferensi pers, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
USD/CAD terus bergerak menguat setelah dibuka dengan gap bullish dan terakhir tercatat melonjak sekitar 0,5 persen hari ini di level 1,3835.
Analis dari Royal Bank of Canada menilai bahwa tarif AS terbaru berdasarkan Section 338 tidak akan secara signifikan merombak arah kebijakan moneter, meskipun mengganggu sektor ekspor tertentu.
RBC menulis bahwa pihak mereka tidak memperkirakan dampak makroekonomi yang lebih luas dari tarif baru ini akan cukup untuk mendorong Bank of Canada (BoC) secara serius mempertimbangkan beralih ke pemangkasan suku bunga, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Sebaliknya, pihak bank menegaskan bahwa hambatan pertumbuhan ekonomi akibat tarif masih relatif terbatas pada sejumlah kecil industri yang sangat terdampak, sebagaimana dilansir dari berita sumber. Selain itu, kebijakan fiskal berupa pajak dan belanja pemerintah dianggap lebih pas untuk menyalurkan bantuan terarah daripada perubahan menyeluruh pada suku bunga dari bank sentral, dan terdapat laporan bahwa dukungan fiskal akan menyusul penerapan putaran tarif terbaru ini.
Rangkaian faktor tersebut melandasi pandangan RBC bahwa langkah terarah dari pemerintah, bukan perubahan kebijakan BoC, menjadi respons yang lebih pas atas tindakan perdagangan baru tersebut.
EUR/USD merangkak naik pada pagi hari waktu Eropa hari Senin dan ditransaksikan di bawah 1,1700.
GBP/USD tetap bertahan dalam tahap konsolidasi sedikit di bawah 1,3650 pada awal Senin setelah menyentuh angka tertinggi sejak Februari pada hari Jumat.
USD/JPY bergerak naik turun dalam rentang tipis dan bertahan sedikit di atas 159,00 pasca pergerakan dinamis pada pekan sebelumnya.
Emas menjaga tren bullish dan ditransaksikan pada angka tertinggi dalam tiga bulan di dekat US$4.650 setelah melonjak lebih dari 5 persen pada pekan sebelumnya.