JAKARTA – Perak (XAG/USD) melonjak tiga hari berturut-turut pada hari Jumat, menyentuh level tertinggi baru dua bulan di atas US$69,00 pada awal sesi Eropa. Logam mulia ini berpotensi mencatatkan kenaikan mingguan sebesar 6,6 persen, dipicu oleh langkah investor yang menjauhi Dolar AS akibat pengumuman Departemen Keuangan AS mengenai rencana peningkatan pembelian kembali surat berharga jangka panjang.
Analis Commerzbank menegaskan bahwa rencana Departemen Keuangan AS mengungkapkan bahwa "jika dihadapkan pada pilihan antara menerima suku bunga yang lebih tinggi atau Dolar AS yang lebih lemah, Departemen Keuangan akan lebih memilih USD yang lemah," sebagaimana dilansir dari berita sumber. Menurut pandangan mereka, sikap ini menambah hambatan struktural bagi Dolar karena para investor menilai ulang keseimbangan antara penahanan suku bunga dan kekuatan mata uang, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
XAG/USD diperdagangkan menguat di level US$69,02 dengan mempertahankan struktur bullish, serta didukung oleh indikator momentum pada grafik harian yang mengarah pada prospek kenaikan. Relative Strength Index (RSI) 14-hari yang berada di dekat angka 65 mengindikasikan momentum bullish yang kuat meski mulai matang, sedangkan indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) tetap di zona positif yang menandakan tren kenaikan masih berpotensi berlanjut.
Pihak pembeli diproyeksikan akan menemui hambatan resistance pada tingkat psikologis US$70,00, walaupun tantangan utama terletak di area antara titik tertinggi pertengahan Juni di angka US$71,56 dan Simple Moving Average (SMA) 200-hari di posisi US$72,05.
Untuk pergerakan ke bawah, kisaran resistance terdahulu di sekitar US$67,20 yang merupakan titik tertinggi pada 22 Juni berpeluang beralih menjadi support apabila terjadi pembalikan arah bearish. Jika bergerak lebih rendah lagi, sasaran berikutnya berada pada titik terendah 18 Agustus di kisaran US$63,20, kemudian berlanjut ke area terendah 5 dan 6 Agustus di dekat US$61,00.