Ekonomi Kuat, JPMorgan Naikkan Target Indeks STI Singapura
JAKARTA – JPMorgan Chase & Co. menaikkan target saham Singapura seiring pertumbuhan ekonomi yang kuat dan semakin menyempitnya kesenjangan valuasi dengan pasar negara maju.
Dalam skenario bullish, indeks Straits Times Index (STI) diperkirakan dapat mencapai 7.000 dalam 12 bulan ke depan.
Seperti dikutip Bloomberg, target tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 22% dari level penutupan Selasa.
Analis JPMorgan menilai kondisi ekonomi yang relatif ideal akan terus menopang pertumbuhan laba per saham sekaligus memberikan ruang fiskal bagi pemerintah.
“Latar belakang ekonomi yang ideal seharusnya terus menopang pertumbuhan laba per saham dan memperluas ruang fiskal,” tulis analis JPMorgan dalam sebuah catatan, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Menurut mereka, imbal hasil yang tinggi, nilai tukar yang stabil, serta program pengembangan pasar saham Singapura juga berpotensi meningkatkan aliran dana investor.
Saham Singapura telah mencatat kinerja kuat sepanjang 2026. Permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik dan volatilitas yang dipicu perkembangan kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu pendorong.
STI telah menguat lebih dari 23% sepanjang tahun ini dan mengungguli indeks saham Hong Kong.
Pemerintah Singapura pada awal pekan kembali menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026. Ledakan AI mendorong perdagangan dan manufaktur, sehingga membantu mengimbangi tekanan dari konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.
Penguatan dolar Singapura juga turut mendukung kinerja saham domestik.
JPMorgan sebelumnya menaikkan target dasar STI menjadi 6.000 pada Januari. Sejak saat itu, indeks tersebut telah menguat sekitar 16%. Namun, pada perdagangan Rabu, STI sempat turun hingga 0,7%.
JPMorgan menilai valuasi saham Singapura memang telah berada di atas rata-rata historis. Namun, level tersebut dinilai masih dapat dipertahankan karena STI semakin mendekati valuasi pasar negara maju.
“Valuasi telah menembus rata-rata historis, tetapi kami menilai level ini dapat dipertahankan karena STI semakin mendekati pasar negara maju, didorong imbal hasil yang tinggi dan mata uang yang stabil,” ujar analis JPMorgan, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
JPMorgan memilih sejumlah saham sebagai pilihan utama, termasuk DBS Group Holdings, Singapore Exchange, Keppel, dan UOL Group.
Kombinasi pertumbuhan ekonomi yang solid, stabilitas mata uang, imbal hasil menarik, serta meningkatnya aktivitas perdagangan dan manufaktur membuat JPMorgan tetap optimistis terhadap prospek saham Singapura dalam 12 bulan ke depan.