Strategi Ekonomi Kuartal III-IV Gabungkan Stimulus dan Penguatan Pendapatan

Ilustrasi Stimulus ekonomi kuartal III-IV diarahkan menggabungkan bantuan temporer dan penguatan pendapatan rumah tangga. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Senin, 10 Agustus 2026 | 21:49:31 WIB

JAKARTA — Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) M Rizal Taufikurahman menilai daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah menjadi kunci penting menjaga pertumbuhan ekonomi nasional pada semester II 2026.

“Pada kuartal III dan IV, pemerintah perlu fokus menjaga daya beli, terutama kelompok menengah bawah,” kata Rizal, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pada kuartal II 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06 persen (yoy), melambat dibandingkan kuartal I yang tumbuh 5,52 persen (yoy). Konsumsi tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi 2,67 persen terhadap capaian nasional sebesar 5,29 persen (yoy).

Menurut Rizal, perlambatan konsumsi membuat pertumbuhan lebih bergantung pada investasi dan belanja pemerintah. Karena itu, diperlukan langkah untuk mendongkrak kembali konsumsi rumah tangga melalui pengendalian inflasi pangan, bantuan tepat sasaran, insentif transportasi, serta kebijakan menekan biaya hidup.

Namun, Rizal menekankan stimulus konsumsi tidak boleh berhenti pada bantuan temporer. Upaya harus diarahkan pada perbaikan pendapatan rumah tangga lewat penciptaan pekerjaan formal, menekan PHK, mendorong kenaikan upah riil, dan memperkuat UMKM.

“Jadi, strategi kuartal III dan IV harus menggabungkan stimulus jangka pendek dengan penguatan pendapatan agar konsumsi pulih secara lebih sehat dan berkelanjutan,” ujar Rizal, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Ibtihal