JAKARTA – Pergerakan harga emas dilaporkan masih mampu mempertahankan sebagian besar penguatannya usai berhasil menembus level resistance utama. Kondisi tersebut didukung oleh pelemahan harga minyak dan imbal hasil obligasi, aksi beli dari bank sentral serta ETF, hingga dorongan faktor teknis.
Kendati demikian, laju momentum kenaikan mulai tertahan akibat kenaikan kembali harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi serta mendorong naik imbal hasil obligasi pemerintah AS. Rilis laporan payrolls AS pada Jumat kini dipandang sebagai ujian penting untuk menentukan kelanjutan reli harga emas.
"Emas mempertahankan sebagian besar kenaikan terbarunya, meskipun momentum mereda karena rebound pada minyak kembali memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS naik," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
"Reli sebelumnya didukung oleh harga minyak yang lebih rendah, pullback pada imbal hasil, USD, berita pembelian oleh bank sentral, ETF, dan pembelian teknis setelah harga menembus di atas resistance utama," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
"Laporan payrolls malam ini adalah ujian berikutnya. Data yang lebih lemah dapat memperkuat pergerakan terbaru dengan semakin mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, sementara hasil yang lebih kuat dapat memicu sebagian aksi ambil untung setelah reli tajam ini," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
"Momentum harian sedikit bullish tetapi kenaikan RSI mereda. Resistance di 4.333 (Fibonacci retracement 23,6% dari tertinggi 2026 ke terendah), 4.389 (MA 100 Hari)," sebagaimana dilansir dari berita sumber.