IHSG Menguat 0,80 Persen Ditopang Sentimen Eksternal dan Internal

Ilustrasi IHSG berpeluang menguji level resistance 6.300–6.380 pekan depan. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:57:33 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat (31/7/2026) dengan kenaikan 0,80 persen ke level 6.236,13. Sepanjang pekan, IHSG naik 0,81 persen, didukung meningkatnya volume pembelian di pasar.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai pergerakan IHSG pekan ini dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan internal.

"Sepanjang pekan ini, IHSG ditutup menguat dan disertai dengan munculnya volume pembelian," ujar Herditya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sentimen utama berasal dari keputusan The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50–3,75 persen, meski bernada hawkish. Selain itu, data ekonomi AS seperti GDP di bawah ekspektasi dan inflasi PCE yang melandai turut memengaruhi pasar.

Investor juga mencermati kondisi geopolitik Timur Tengah yang mereda, sehingga menekan harga minyak mentah dunia dan mengurangi kekhawatiran inflasi global.

Di dalam negeri, pasar dipengaruhi musim rilis laporan keuangan kuartal II-2026 serta pergerakan rupiah setelah mundurnya Gubernur Bank Indonesia.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menilai IHSG mencatat performa solid sepanjang Juli 2026 dengan kenaikan bulanan 10,51 persen. Ia menyebut sektor teknologi menjadi kontributor terbesar.

Nilai tukar rupiah juga menguat 0,49 persen ke Rp 18.022 per dolar AS, seiring pelemahan indeks dolar.

Prospek IHSG Pekan Depan  
Alrich memperkirakan tren positif IHSG masih berlanjut dengan target uji level 6.300–6.380. Herditya menilai peluang penguatan tetap ada, meski ruangnya terbatas, dengan support di 5.966 dan resistance di 6.377.

Investor akan mencermati data neraca perdagangan, inflasi, cadangan devisa Indonesia, serta data PMI dan neraca perdagangan China. Dari eksternal, rilis ketenagakerjaan AS termasuk non-farm payroll (NFP) juga menjadi perhatian.

Rekomendasi Saham  
Herditya merekomendasikan saham berikut untuk awal pekan depan:

  • PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) di kisaran Rp 595–Rp 605 per saham.
  • PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) di rentang Rp 1.455–Rp 1.610 per saham.
  • PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) di kisaran Rp 540–Rp 580 per saham.

Reporter: Ibtihal