Aramco Bisa Naikkan Harga Minyak Asia Usai Rute Ekspor Berubah
JAKARTA - Saudi Aramco tengah membahas skema harga baru untuk ekspor minyak mentah ke Asia setelah pengalihan rute pengiriman melalui Mesir meningkatkan biaya logistik.
Tiga sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan penyesuaian harga dilakukan setelah ekspor dialihkan melalui pipa Suez-Mediterranean (Sumed) menuju Pelabuhan Sidi Kerir. Hingga kini, Aramco belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana penyesuaian harga.
Langkah ini ditempuh menyusul blokade kelompok Houthi di Yaman terhadap pengiriman minyak Saudi melalui Selat Bab el-Mandeb. Kondisi itu memaksa Aramco mengalihkan lebih banyak pasokan melalui Mesir.
Sejak pecahnya perang Amerika Serikat–Iran, kapal tidak lagi dapat melintasi Selat Hormuz. Aramco pun mengalihkan sebagian besar ekspor minyak ke Asia dari Pelabuhan Yanbu di Laut Merah melalui jaringan pipa timur-barat.
Setelah ancaman Houthi, minyak dari Yanbu dikirim ke Pelabuhan Ain Sukhna di pesisir Laut Merah, lalu dialirkan melalui pipa Sumed menuju Pelabuhan Sidi Kerir. Dari sana, rute baru melewati Laut Mediterania dan Selat Gibraltar sebelum memutar melalui Tanjung Harapan di Afrika Selatan.
Salah satu sumber memperkirakan perubahan rute ini dapat menambah biaya sekitar 10 juta US dolar untuk setiap pengiriman ke Asia, atau sekitar 5 US dolar per barel.