Nvidia Turun 3 Persen, Harga Sewa B200 Merosot 31 Persen
JAKARTA - Saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI) mengalami tekanan pada perdagangan Selasa (23/6/2026). NASDAQ 100 yang didominasi teknologi turun 2,6 persen, dipicu aksi jual besar di KOSPI Korea Selatan setelah laporan SK Hynix memperlambat ekspansi chip memori AI (HBM) untuk fokus pada DRAM yang lebih murah.
Dua produsen chip memori besar di Amerika Serikat, Sandisk (SNDK) dan Micron (MU), ikut terkoreksi masing-masing 13 persen dan 11 persen. Penurunan ini terjadi setelah reli besar sepanjang tahun, di mana saham Sandisk naik lebih 700 persen dan Micron 300 persen.
Berbeda dengan tren tersebut, SpaceX (SPCX) naik 5 persen setelah menggalang 20 miliar dolar AS di pasar obligasi untuk mendukung pengembangan xAI. Microsoft (MSFT) juga menguat 1,9 persen usai merampungkan pembangunan pusat data AI Fairwater senilai lebih dari 3 miliar dolar AS di Wisconsin. Alphabet (GOOGL) masih melemah setelah kehilangan peneliti AI top John Jumper yang pindah ke Anthropic, menyusul kepergian Noam Shazeer ke OpenAI.
Bank of America menaikkan target harga untuk Micron, Intel (INTC), dan Arm Holdings (ARM) dengan keyakinan belanja modal AI akan terus meningkat hingga 2028. “Kami menaikkan prakiraan CY27E peralatan fabrikasi wafer menjadi 190 miliar dolar AS (+31 persen YoY) dan CY28E menjadi 250 miliar dolar AS (+32 persen YoY),” tulis analis Vivek Arya, sebagaimana dilansir dari berita sumber. Target harga baru Micron ditetapkan 1.500 dolar AS, Arm Holdings 460 dolar AS, dan Intel 160 dolar AS.
Nvidia (NVDA) turun 3 persen setelah data menunjukkan harga sewa komputasi B200 turun 31 persen dalam sebulan, dari 6,11 dolar AS per jam pada 30 Mei menjadi 4,22 dolar AS per jam pada 21 Juni.
Micron kini dipandang menawarkan setup lebih baik bagi investor menjelang laporan pendapatan kuartal fiskal ketiga. Wall Street memperkirakan laba per saham 20,28 dolar AS dengan pendapatan 35,25 miliar dolar AS, naik 926 persen YoY pada EPS dan 279 persen YoY pada pendapatan.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informasi umum mengenai pergerakan saham dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Saham-saham yang disebutkan dapat dibeli secara umum di bursa saham terkait. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.