S&P dan Nasdaq Melesat Didorong Antusiasme Investor pada Saham AI

Ilustrasi: Indeks S&P 500 dan Nasdaq menguat signifikan didorong reli saham sektor AI dan semikonduktor. (Gambar: NET)
Penulis: Akbar
Selasa, 07 Juli 2026 | 08:53:49 WIB

JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (6/7), dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq yang melesat. Penguatan ini didorong oleh reli saham Broadcom serta emiten semikonduktor lainnya seiring investor yang memborong saham perusahaan terkait kecerdasan buatan (AI).

S&P 500 naik 0,72 persen dan ditutup di level 7.537,43. Nasdaq menguat 1,12 persen ke 26.121,16, sementara Dow Jones Industrial Average bertambah 0,29 persen menjadi 53.055,91.

Meskipun indeks S&P 500 menguat, jumlah saham yang melemah masih lebih banyak dibandingkan saham yang naik, dengan rasio sekitar 1,3 banding 1. Setelah kenaikan tersebut, S&P 500 tercatat telah menguat sekitar 10 persen sepanjang 2026.

Saham Broadcom melonjak 3,7 persen setelah perusahaan menyepakati perpanjangan kerja sama dengan Apple hingga 2031. Indeks sektor teknologi informasi S&P 500 naik 1,3 persen, sementara Philadelphia SE Semiconductor Index menguat 2,2 persen.

"Ini adalah pasar yang membuat banyak investor tertinggal. Jika Anda tidak berinvestasi di saham-saham teknologi tertentu, terutama semikonduktor, pada dasarnya Anda akan melewatkan seluruh reli pasar," sebagaimana dilansir dari sumber berita. Namun, ia mengingatkan bahwa reli tersebut masih rapuh dan berisiko berbalik arah.

"Saya pikir ini adalah reli yang sangat rapuh. Ada risiko, terutama jika The Fed terus mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama," sebagaimana dilansir dari sumber berita. Di sisi lain, saham Microsoft turun hampir 1 persen menyusul pengumuman pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 2,1 persen tenaga kerjanya.

"Pesan yang ditangkap pasar adalah Microsoft tidak mampu menanggung seluruh belanja modalnya dan belum ada tingkat pengembalian investasi yang jelas. Karena itu, keputusan memangkas tenaga kerja alih-alih mengurangi belanja CapEx dipandang sebagai sinyal negatif," sebagaimana dilansir dari sumber berita. Dari sisi data ekonomi, indeks manajer pembelian sektor jasa turun tipis menjadi 54,0 pada bulan lalu.

Menjelang musim laporan keuangan kuartalan, analis memperkirakan laba perusahaan anggota S&P 500 pada kuartal II akan tumbuh sekitar 24 persen secara tahunan. Sementara itu, laba sektor teknologi diproyeksikan melonjak sekitar 65 persen.

Pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang 25 persen bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada rapat 29 Juli mendatang. Di sektor korporasi, saham O’Reilly Automotive anjlok 6,7 persen di tengah kabar pengajuan penawaran akuisisi terhadap Genuine Parts.

Reporter: Akbar