Sektor Semikonduktor Dorong Indeks Wall Street Ditutup Menguat

Ilustrasi: Sektor semikonduktor mencatat lonjakan signifikan, dorong indeks utama AS menguat. (Gambar: NET)
Penulis: Akbar
Jumat, 19 Juni 2026 | 11:32:31 WIB

JAKARTA – Indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis (18/6/2026) yang didorong oleh kenaikan signifikan pada saham sektor semikonduktor serta perbaikan sentimen investor. Kenaikan ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani kesepakatan damai sementara yang berhasil meredam kekhawatiran terhadap inflasi energi.

Indeks Nasdaq memimpin penguatan dengan melonjak 1,91% ke level 26.517,93. Sementara itu, S&P 500 naik 1,08% ke level 7.500,58 dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,14% ke level 51.564,70.

Sentimen positif utama datang dari sektor semikonduktor, di mana Indeks Philadelphia Semiconductor melesat 6,4%. Kenaikan ini dipicu oleh saham Intel yang ditutup naik 10,6% pasca-pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai kerja sama Apple dengan Intel untuk memproduksi chip di Amerika Serikat.

Pasar juga menyambut positif perjanjian sementara AS dan Iran yang memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Hal tersebut menekan harga minyak ke level terendah sejak awal Maret dan mengurangi kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi.

“Secara keseluruhan, paket data yang ada masih mendukung pasar meskipun The Fed kini terlihat sedikit lebih hawkish,” sebagaimana dilansir dari sumber berita. Pernyataan tersebut muncul sehari setelah Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, menegaskan pentingnya pengendalian inflasi yang membuat pelaku pasar mengantisipasi potensi kenaikan suku bunga.

Berdasarkan FedWatch CME Group, pelaku pasar memproyeksikan peluang sekitar 50% untuk kenaikan suku bunga 25 basis poin pada September mendatang. Eric Johnston dari Cantor menilai perkembangan ini menunjukkan bank sentral memiliki kredibilitas yang kuat dalam menjaga stabilitas harga.

Sebanyak lima dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor teknologi memimpin kenaikan 2,7% diikuti sektor consumer discretionary sebesar 1,8%. Saham-saham sektor transportasi juga menguat 0,5% seiring proyeksi harga bahan bakar yang lebih rendah.

Indeks Russell 2000 ikut naik 2% dan mencetak rekor penutupan tertinggi baru di tengah data klaim pengangguran mingguan yang tetap rendah. Sebaliknya, sektor perangkat lunak dan layanan S&P 500 turun 0,7% setelah saham Accenture anjlok 18% akibat pemangkasan proyeksi pendapatan tahunan.

Saham perusahaan sejenis seperti Cognizant, Gartner, dan IBM turut tertekan dengan penurunan antara 4,5% hingga 10,5%. Selain itu, saham Kroger melemah 8,4% setelah laba kuartal pertama dilaporkan di bawah ekspektasi pasar.

Saham SpaceX turun 3,6% untuk hari kedua berturut-turut pasca-reli awal debutnya. Total volume transaksi di bursa AS melonjak ke angka 33,59 miliar saham, yang dipengaruhi oleh fenomena triple witching yang meningkatkan aktivitas perdagangan dan volatilitas pasar.

Reporter: Akbar