Pergerakan Harga di Luar Kebiasaan, BEI Pantau Dua Belas Saham Ini

Ilustrasi BEI memantau 12 saham dengan pergerakan harga tidak biasa pada 8 Juni 2026. (Foto: NET)
Penulis: Akbar
Selasa, 09 Juni 2026 | 14:17:32 WIB

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menetapkan dua belas saham masuk ke dalam radar pemantauan akibat pergerakan harga yang terjadi di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA) pada tanggal 8 Juni 2026.

Daftar saham tersebut meliputi PT Mitra Energi Persada Tbk. (KOPI), PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk. (GRIA), PT Fortune Indonesia Tbk. (FORU), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET), PT Citra Borneo Utama Tbk. (CBUT), PT Soechi Lines Tbk. (SOCI), PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk. (LMAX), PT RMK Energy Tbk. (RMKE), PT First Media Tbk. (KBLV), PT Kedoya Adyaraya Tbk. (RSGK), PT Techno9 Indonesia Tbk. (NINE), serta PT Sentul City Tbk. (BKSL).

Dalam pengumumannya, pihak BEI menyatakan bahwa KOPI, INET, CBUT, SOCI, LMAX, RMKE, KBLV, RSGK, NINE, dan BKSL kompak mengalami penurunan harga saham di luar kebiasaan. Secara berurutan dalam sepekan, masing-masing saham terkoreksi 26,67%, 29,91%, 29,41%, 26,42%, 32,74%, 38,26%, 34,09%, 29,78%, 38,89%, dan 23,29%.

Sementara itu, GRIA dan FORU dianggap mengalami peningkatan harga saham di luar kebiasaan. Kedua saham tersebut tercatat melambung masing-masing sebesar 23,14% dan 33,93% dalam sepekan terakhir.

Sehubungan dengan penetapan UMA atas saham-saham tersebut, BEI menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah mencermati perkembangan pola transaksi saham-saham terkait.

"Pengumuman UMA tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal," kata manajemen BEI dalam keterangannya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Oleh karena itu, para investor diharapkan untuk:

a. Memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa;

b. Mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya;

c. Mengkaji kembali rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS;

d. Mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Seperti diketahui, IHSG pada perdagangan kemarin melemah lebih dari 4% dan menyebabkan banyak saham mengalami penurunan tajam. Namun, pada pembukaan perdagangan hari ini, IHSG kembali bertenaga dan telah menguat 1,5%.

Reporter: Akbar