Harum Energy Siapkan Capex US$310 Juta untuk Bisnis Nikel 2026

ILUSTRASI, Tambang HRUM (Sumber Gambar : snips.stockbit.com)
Kamis, 04 Juni 2026 | 14:09:33 WIB

JAKARTA – PT Harum Energy Tbk. (HRUM) Menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) mencapai US$310 juta untuk tahun buku 2026. Sebagian besar dari dana tersebut bakal dialokasikan demi menyokong ekspansi bisnis nikel milik perseroan.

Regina Korompis selaku Head of Investor Relations Harum Energy menguraikan bahwa sekitar US$302 juta dari keseluruhan capex HRUM pada tahun ini akan dikucurkan untuk membiayai pengerjaan proyek di sektor nikel yang tengah berjalan. Di sisi lain, sisa dari dana tersebut bakal dimanfaatkan untuk biaya perawatan di sektor batu bara.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Rencana belanja modal untuk tahun 2026 sebesar US$310 juta, sekitar US$302 juta akan digunakan untuk pengembangan proyek dalam unit usaha nikel yang sudah ada,” tutur Regina, Rabu (3/6/2026).

Sementara itu, per tanggal 31 Maret 2026, perusahaan yang terafiliasi dengan Kiki Barki ini terpantau sudah menggunakan capex mereka sebesar US$139 juta.

Dari total realisasi tersebut, dana kisaran US$137 juta dipakai untuk mendanai operasional unit usaha nikel, sedangkan sisa anggarannya dialokasikan bagi kebutuhan logistik, aktivitas pertambangan, dan keperluan operasional lainnya.

Pihak perseroan memaparkan bahwa sebagian besar penyerapan belanja modal awal tahun ini ialah kelanjutan dari program capex yang telah direncanakan pada tahun 2025.

Bila melihat rincian pemanfaatan modal tersebut, porsi paling dominan dari capex HRUM disalurkan pada pos aset tetap dalam penyelesaian, dengan persentase kontribusi menembus 56% dari keseluruhan anggaran.

Bukan hanya itu, sekitar 31% dana dipakai untuk pengadaan alat berat, 7% ditujukan bagi bangunan serta prasarana, 5% dialokasikan ke properti pertambangan, dan sisa 1% digunakan untuk pembiayaan aset tetap lainnya.

Pihak manajemen turut mengonfirmasi bahwa realisasi penggunaan belanja modal ini sifatnya dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada situasi pasar, ketersediaan sumber pendanaan, hingga pergeseran linimasa proyek. Terlebih lagi, nominal tersebut belum mengalkulasi potensi ekspansi proyek ataupun investasi baru yang mungkin diambil perseroan.

Di sektor volume kerja, HRUM mematok target untuk produksi batu bara berada di rentang 2 sampai 3 juta ton sepanjang tahun ini.

Merujuk pada penjelasan Direktur Utama Harum Energy, Ray Antonio Gunara, target volume produksi tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan capaian tahun 2025 yang menyentuh angka 5,0 juta ton, sebagai dampak langsung dari restriksi atau penurunan kuota RKAB.

Sementara itu, untuk target volume produksi komoditas bijih nikel, pihak HRUM membidik angka di kisaran 8 juta sampai 10 juta wet metric ton untuk periode tahun ini.

Reporter: Gemilang Ramadhan