KEEN Siapkan Capex US$ 19,5 Juta Demi Ekspansi Proyek EBT 2026

Ilustrasi PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) (Foto: NET)
Penulis: Akbar
Selasa, 26 Mei 2026 | 18:52:22 WIB

JAKARTA – PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) mempunyai optimisme yang besar untuk dapat menaikkan pendapatan dan laba bersih mereka pada tahun 2026. Korporasi yang bergerak di sektor pembangkit tenaga listrik berbasis energi baru dan terbarukan (EBT) ini pun sedang merancang strategi ekspansi untuk meningkatkan kapasitas serta mengoperasikan proyek-proyek baru.

Corporate Secretary Kencana Energi Lestari, Diana Limardi, menjelaskan bahwa KEEN tengah mengejar capaian laba hingga mencapai US$ 16,8 juta pada tahun 2026.

Angka yang ditargetkan tersebut menunjukkan adanya kenaikan sebesar 84,81% jika dibandingkan dengan perolehan laba tahun berjalan KEEN pada tahun 2025 yang mencatatkan jumlah US$ 9,09 juta.

Sejalan dengan kondisi tersebut, KEEN juga menargetkan pertumbuhan pada pos pendapatan berkisar 70,7%, yaitu dari US$ 34,33 juta di tahun 2025 menjadi sebesar US$ 58,6 juta pada tahun ini.

Ke depan, salah satu faktor yang akan mendongkrak performa kinerja KEEN ialah mulai beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Mini-hidro (PLTM) Salu Noling yang memiliki kapasitas daya mencapai 10 Megawatt (MW).

"Untuk tahun 2026 tambahan kapasitas pembangkit KEEN adalah 10 MW yang berasal dari PLTM Salu Noling yang ditargetkan selesai konstruksi dan dapat COD (beroperasi secara komersial) pada kuartal II-2026," kata Diana, Senin (25/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Jika PLTM Salu Noling telah resmi berjalan, maka total kapasitas terpasang dari seluruh pembangkit yang dikelola KEEN akan menyentuh 79,5 MW. Sebagai gambaran perbandingan, total kapasitas KEEN sepanjang tahun 2025 adalah sebesar 69,5 MW yang mencakup Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), PLTM, Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm), serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Diana memastikan bahwa KEEN bakal terus menjalankan aksi ekspansi demi menambah kapasitas pembangkit listriknya. Guna mendanai rencana kerja dan strategi ekspansi di tahun ini, KEEN mengalokasikan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai US$ 19,5 juta.

Ekspansi Proyek Pembangkit Baru Ditinjau dari aspek ekspansi, langkah paling mutakhir dari KEEN adalah memenangkan proses tender pengadaan listrik Independent Power Producer (IPP) PLTA Pakkat 2 yang diselenggarakan oleh PT PLN (Persero). Penetapan KEEN sebagai pemenang tender ini secara resmi dituangkan melalui Letter of Intent (LOI) dari pihak PLN per tanggal 11 Mei 2026.

Proyek untuk PLTA Pakkat 2 ini mempunyai kapasitas daya sebesar 45 MW. Infrastruktur pembangkit listrik yang berlokasi di Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara ini kelak menjadi proyek kepemilikan KEEN dengan kapasitas paling besar hingga saat ini.

Pihak KEEN memproyeksikan bahwa PLTA Pakkat 2 memerlukan dana investasi berkisar US$ 116 juta, dengan masa pembangunan yang diperkirakan memakan waktu sekitar empat tahun.

Pada saat ini, KEEN sedang berada dalam tahapan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) bersama pihak PLN sebelum melangkah ke proses konstruksi fisik.

Setelah PPA selesai ditandatangani, proyek ini selanjutnya akan berlanjut ke proses financial closing yang berdasarkan ketentuan PPA ditargetkan berlangsung selama satu tahun.

Sementara itu, pasokan sumber pendanaan untuk proyek PLTA Pakkat 2 bakal diperoleh lewat pinjaman perbankan dengan porsi kisaran 70%-80%, serta 20%-30% memanfaatkan dana kas internal KEEN.

Langkah ekspansi yang dijalankan KEEN terbukti tidak berhenti pada proyek PLTA Pakkat 2 saja. Diana menjabarkan, KEEN juga telah ikut serta dalam proses tender PLTA Salu Uro yang berkapasitas daya 95 MW. Tahapannya kini masih dalam fase persiapan penandatanganan dokumen PPA bersama PLN.

"KEEN juga telah mengikuti proses tender pembangkit EBT lainnya yang saat ini masih menunggu penetapan pemenang tender," ujar Diana, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Tidak hanya itu, KEEN pun tengah dalam periode konstruksi bangunan PLTS Tobelo yang berlokasi di daerah Halmahera. Proyek tersebut ditargetkan dapat menyelesaikan masa konstruksinya pada kuartal I-2027 mendatang.

Diana menyampaikan, PLTS akan menjelma sebagai salah satu pilar utama penopang pertumbuhan KEEN di masa depan. Terhitung sejak tahun 2023, KEEN telah membekali diri agar memiliki kapabilitas serta pengalaman dalam menggarap proyek PLTS, yaitu melalui langkah membangun dan mengoperasikan pilot project PLTS Tempilang yang berlokasi di Bangka Belitung.

KEEN melihat bahwa prospek serta peta jalan ekspansi di sektor energi surya ini akan berjalan beriringan dengan target dari pemerintah yang berkeinginan mendirikan PLTS dengan total kapasitas menyentuh 100 Gigawatt (GW). KEEN pun tidak ingin kehilangan momentum untuk membidik peluang emas dari proyek skala mega tersebut.

"KEEN bersemangat untuk mengikuti tender-tender PLTS yang diadakan oleh PLN dan selalu mengikuti perkembangan teknologi PLTS. Sehingga peluang pengembangan PLTS yang diikuti oleh KEEN dapat diraih, dan PLTS yang dikembangkan dapat berproduksi dengan seefektif dan sefisien mungkin," tandas Diana, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Akbar