JAKARTA – PT Astra Graphia Tbk (ASGR) terus memantau berbagai peluang demi mengembangkan bisnisnya di tengah maraknya tren sistem kerja hibrida (hybrid working) serta digitalisasi perkantoran yang mengubah arah kebutuhan masyarakat terhadap jasa pencetakan (printing) maupun solusi dokumen (document solution).
Manajemen ASGR menjelaskan bahwa peralihan tren tersebut justru memberikan ruang baru bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi, khususnya pada lini bisnis solusi digital serta jasa teknologi informasi.
Chief of Business Strategy & Development and Corporate Communications Astra Graphia Satryo Dewandono menjelaskan, metode kerja jarak jauh (remote) dan hibrida memang memiliki potensi untuk menurunkan volume pencetakan di lingkungan kantor.
Meski begitu, pihak perusahaan melihat adanya peluang ekspansi pada sektor solusi digital, mulai dari pengelolaan dokumen hingga pengadaan perangkat teknologi informasi (TI).
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Astra Graphia terus berupaya meningkatkan penyebaran jumlah instalasi mesin yang berfokus pada segmen dengan potensi tinggi, seperti financial services, graphic art, dan manufacturing,” ujar Satryo, Jumat (22/5/2026).
Menurut penjelasannya, kebutuhan akan pencetakan konvensional di masa sekarang mulai beralih ke arah jasa manajemen dokumen digital (digital document management) dan solusi berbasis awan (cloud-based solution).
Walau total volume pencetakan secara nasional diproyeksikan masih akan tertekan, ASGR melihat adanya celah pertumbuhan baru pada sektor cloud services, AI-based solutions, dan managed services.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Permintaan terhadap pencetakan fisik cenderung menurun, tetapi diimbangi peningkatan kebutuhan layanan digital document management, e-document solutions, cloud printing, serta managed print services,” jelasnya.
Manajemen Astra Graphia juga memproyeksikan bahwa permintaan terhadap solusi pencetakan warna (color printing), graphic communication, serta jasa berbasis digital akan tetap berkembang selaras dengan naiknya kebutuhan sektor korporasi akan efisiensi operasional dan komunikasi visual.
Demi mempertahankan keunggulan kompetitif di pasar, manajemen ASGR memfokuskan perhatian pada strategi pertumbuhan berkelanjutan lewat penguatan penetrasi pasar warna (color market), ekspansi bisnis komplementer seperti solusi dokumen, layanan infrastruktur TI, dan managed services, serta peningkatan nilai tambah lewat integrasi teknologi digital.
Salah satu pilar pengembangan utama yang diandalkan perusahaan saat ini adalah Smart Office Solution yang mengintegrasikan layanan cloud printing & scanning, digital document automation & document management system, digital form processing, hingga digital signature.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Smart Office Solution merupakan inovasi solusi alur kerja digital yang mendukung cara kerja lebih aman dan efisien mulai dari penerimaan, penyimpanan, hingga pendistribusian dokumen agar semakin terintegrasi dengan perangkat multifungsi dari FUJIFILM Business Innovation secara komprehensif,” ungkap Satryo.
Mengenai kontribusi dari lini bisnis, ASGR sejauh ini masih bertumpu pada segmen business to business (B2B). Sektor perusahaan serta institusi sekarang bertindak sebagai roda penggerak utama sekaligus penyumbang paling besar untuk total pendapatan yang diperoleh perusahaan.
Melihat pada performa keuangan perusahaan, ASGR sukses membukukan pendapatan senilai Rp 759,82 miliar pada kuartal I-2026, atau mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,34% jika dibandingkan dengan perolehan sebesar Rp 721,28 miIiar pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
Sementara itu, jumlah laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami kenaikan yang sangat signifikan sebesar 86,23% menjadi Rp 69,48 miliar, dari perolehan sebelumnya yang berada di angka Rp 37,31 miliar pada kuartal I-2025.