Strategi BTN Perkuat Finansial Keluarga Lewat Layanan Digital

Senin, 25 Mei 2026 | 14:28:05 WIB
ILUSTRASI, Bank BTN (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN terus mendorong transformasi bisnisnya demi meningkatkan kualitas layanan bagi nasabah. Strategi ekspansi yang efisien ini direalisasikan melalui modernisasi kantor cabang, pembaruan sistem operasional kredit, serta pengembangan ekosistem digital, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Direktur Operations BTN I Nyoman Sugiri Yasa mengungkapkan bahwa langkah pembenahan tersebut merupakan perwujudan dari visi baru perusahaan untuk periode 2025–2029. BTN memiliki target besar untuk menjadi "Mitra Utama dalam Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia".

Visi jangka panjang tersebut diwujudkan dengan memperkuat mesin pendanaan yang berkelanjutan (sustainable funding), mengoptimalkan cross selling serta proposisi produk, sekaligus menyajikan layanan perbankan menyeluruh yang berorientasi pada kenyamanan nasabah.

"Kami akan mengubah image itu bahwa bank BTN bisa memberikan layanan full banking services. Artinya kalau finansial keluarga itu, ada pembiayaan, investasi, transaksi, dan segala macam kebutuhan perbankan lainnya. Apalagi di era digital sekarang ini," kata Nyoman, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Nyoman menguraikan bahwa sektor pendanaan memegang peranan yang sangat vital sebagai motor penggerak kegiatan pembiayaan. Tanpa adanya fondasi pendanaan yang kuat, peran intermediasi perbankan kepada masyarakat tidak dapat berjalan secara optimal.

"Karena itu, penguatan funding menjadi salah satu fokus utama yang terus diperbaiki. Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan sumber pendanaan yang stabil dan berkelanjutan. Sehingga BTN dapat terus menjalankan fungsi intermediasi dan memperluas penyaluran pembiayaan," ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dalam rangka memperlebar jangkauan pasarnya, BTN kini mulai merambah ke layanan beyond mortgage. Perusahaan tidak lagi sekadar berfokus pada pembiayaan perumahan atau KPR, tetapi juga memperkokoh lini produk payroll, investasi, kartu kredit, Kredit Ringan (KRING) BTN untuk kebutuhan renovasi, kredit multiguna, pembiayaan kendaraan, hingga kredit modal kerja.

"Ketika nasabah membeli rumah melalui KPR, mereka juga berpotensi membutuhkan produk finansial lainnya. Melalui strategi ini, BTN dapat menyediakan beragam solusi keuangan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia," ungkap Nyoman, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Salah satu pilar utama dalam rencana strategis BTN adalah meningkatkan customer experience dengan memperbarui pengelolaan kredit (loan processing) agar lebih efisien, cepat, dan memiliki standar yang seragam.

Sistem operasional kredit terkini menerapkan metode loan factory, yang memusatkan seluruh rangkaian pengajuan serta pengolahan kredit konsumer, termasuk KPR, langsung di tingkat pusat dengan basis digital.

Pada sistem sebelumnya, tata kelola kredit BTN mengandalkan enam Regional Loan Processing Center (RLPC) yang tersebar di wilayah Cawang, Bekasi, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar.

Format regional terdahulu dirasa menghadirkan tantangan tersendiri, seperti standarisasi proses yang belum seragam antarwilayah, monitoring yang belum terpusat, serta tingkat produktivitas yang tidak merata.

“Dengan loan factory, proses KPR diproses di satu sentral. Kami mengedepankan proses digital agar layanan lebih cepat, akurat, transparan, dan memiliki standar yang sama,” terang Nyoman, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Implementasi sistem baru ini akan diterapkan secara bertahap di seluruh wilayah Indonesia dengan target utama melipatgandakan produktivitas sekaligus efisiensi dalam pengajuan kredit pemilikan rumah.

Modernisasi Jaringan Cabang dan Dokumen Kredit

Bukan hanya fokus pada pembenahan sektor digital, BTN juga melakukan penyegaran pada jaringan kantor operasionalnya lewat program rejuvenating branch guna menghilangkan kesan kaku serta birokratis.

Sepanjang tahun 2025, perusahaan telah menghadirkan 20 kantor cabang baru, merelokasi 29 kantor cabang, dan memperbarui tata letak 10 kantor cabang agar terlihat lebih dinamis. Tampilan baru ini sudah diimplementasikan di beberapa lokasi, meliputi Pondok Indah, Harmoni, Kuningan, dan Central Park.

“Kami ingin mengubah kesan lama bahwa kantor cabang bank itu kuno dan birokratis. Ke depan, cabang BTN akan menyesuaikan perkembangan zaman dengan konsep yang lebih modern dan dinamis,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Secara bersamaan, ekspansi digital juga diterapkan lewat peluncuran BTN Digital Store di pusat perbelanjaan serta kawasan komersial. Hingga saat ini, sudah beroperasi 24 jaringan BTN Digital Store yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Surabaya, Bandung, dan Semarang.

“Kami hadir di area komersial, di mal dan pusat keramaian. Konsepnya adalah outlet yang bisa melayani kapan saja melalui digital store. Tapi tetap ada superstaff yang membantu nasabah,” jelas Nyoman, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Langkah transformasi ini pun menyentuh sistem tata kelola dokumen agunan KPR. BTN mengoperasikan Records Center modern yang ditunjang teknologi pengamanan mutakhir tahan api serta rayap di sejumlah kota, seperti Bandung, Semarang, Surabaya, dan Gandul, Jakarta.

“Portofolio KPR BTN sangat besar sehingga tata kelola dokumen agunan harus dilakukan secara baik dan aman. Karena itu kami membangun records center dengan sistem yang lebih modern. Ruang penyimpanan tahan api, rayap, dan high secured. Penyimpanan dengan dossier box, bukan amplop,” jelasnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Lewat penguatan berbagai aspek fundamental ini, pihak manajemen merasa optimistis bahwa pertumbuhan bisnis perusahaan ke depan akan terus melaju secara konsisten dan berkelanjutan.

"Fundamental dalam pertumbuhan bisnis yang sustainable sudah kami bangun. Dan kami sekarang siap untuk melayani masyarakat Indonesia," tandasnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Terkini