Dua Sekuritas Rekomendasi Beli Saham BBNI Usai Diborong Asing

Rabu, 20 Mei 2026 | 14:53:09 WIB
Ilustrasi Saham BBNI (Gambar: NET)

JAKARTA – Dalam periode sebulan terakhir sejak 15 April hingga 13 Mei 2026, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatatkan nilai aksi beli bersih oleh investor asing paling tinggi di Bursa Efek Indonesia, yakni menyentuh Rp628,6 miliar.

Tingginya volume pembelian tersebut berhasil mendongkrak harga saham bank pelat merah ini sebesar 3,75 persen hingga bertengger di posisi Rp3.870 per lembar saham pada Rabu (13/5/2026) sebagaimana diwartakan Investor Daily.

Berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas, angka valuasi saham bank BUMN ini dianggap masih tergolong murah. Hal ini terlihat dari rasio price to book value (PBV) sebesar 0,89 kali, price-to-earnings ratio (PER) 7,10 kali, serta capaian nilai kapitalisasi pasar yang menembus Rp144,34 triliun.

Kondisi pasar ini memicu dua perusahaan sekuritas untuk memberikan anjuran beli untuk saham BBNI pada sesi perdagangan sepekan di periode 18-22 Mei 2026.

Phintraco Sekuritas menyarankan opsi beli karena pergerakan saham BBNI dinilai telah melampaui batas indikator MA200. Mereka merekomendasikan titik masuk pada level harga 3.800, dengan sasaran harga pertama di angka 4.000 dan sasaran kedua di level 4.250.

"Stoploss di bawah 3.670," sebut Phintraco Sekuritas, Senin (18/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pada saat yang sama, KB Valbury Sekuritas juga memonitor pergerakan saham emiten berkode BBNI tersebut untuk sesi perdagangan hari Senin (18/5/2026) dengan menetapkan target harga pada level 3.900.

Perusahaan sekuritas ini menyarankan strategi buy on weakness dengan batas area masuk potensial pada rentang harga 3.830 hingga 3.870, serta menetapkan batas pengelolaan risiko atau stoploss di posisi 3.760.

Sebelum terjadinya aksi borong besar-besaran oleh investor asing dan terbitnya anjuran dari dua sekuritas ini, Bank Negara Indonesia diketahui telah merampungkan pendistribusian dividen tunai tahun buku 2025 pada 7 April 2026 yang lalu.

Nilai keseluruhan hak pemegang saham yang dibagikan oleh emiten perbankan milik negara ini mencapai Rp13,03 triliun atau setara dengan Rp349,41 per lembar saham.

Terkini