BMRI dan BBCA Teratas Ini Saham Banyak Dijual Asing Sepekan Terakhir

Selasa, 12 Mei 2026 | 15:27:40 WIB
Ilustrasi Net Sell Saham (Gambar: emtrade.id)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi transaksi pada akhir pekan di posisi zona merah setelah sebelumnya sempat mencatatkan kenaikan selama empat hari berturut-turut sejak awal Mei 2026. Munculnya tekanan jual yang cukup besar mengakibatkan IHSG kembali terperosok ke bawah level psikologis 7.000.

Merujuk pada data yang dikumpulkan dari Bursa Efek Indonesia (BEI), dalam perdagangan pada hari Jumat (8/5/2026), IHSG terlihat anjlok sebesar 2,86% atau kehilangan sekitar 204,92 poin menuju posisi 6.969,39. Walaupun mengalami koreksi yang cukup dalam di akhir pekan, jika dilihat dalam periode mingguan, IHSG sebenarnya masih membukukan penguatan tipis sebesar 0,18%.

Merosotnya indeks ini disebabkan oleh mayoritas sektor yang bergerak di teritori negatif. Dari total 11 sektor yang ada di BEI, tercatat sebanyak 10 sektor mengalami pelemahan. Sektor barang baku menjadi beban penekan yang utama setelah merosot hingga 7,80%. Penurunan tersebut diikuti pula oleh sektor transportasi yang melemah sebesar 5,72%, sektor energi sebesar 4,59%, perindustrian sebesar 4,55%, serta sektor barang konsumen nonprimer yang terkoreksi 3,39%.

Selain itu, sektor properti dan real estate terpantau turun sebesar 2,66%, yang kemudian disusul oleh sektor barang konsumen primer sebesar 2,11%, sektor teknologi sebesar 1,91%, sektor keuangan sebesar 1,48%, serta infrastruktur sebesar 0,32%. Hanya sektor kesehatan yang mampu bertahan di zona hijau dengan raihan penguatan sebesar 0,70%.

Kegiatan transaksi perdagangan saham berjalan dengan cukup intens. Total volume transaksi menyentuh angka 55,96 miliar saham dengan nilai total perdagangan mencapai Rp35,88 triliun. Kuatnya tekanan di pasar modal juga terlihat dari banyaknya saham yang berakhir melemah. Tercatat sebanyak 575 saham mengalami penurunan harga, sementara itu hanya ada 133 saham yang menunjukkan penguatan, dan sisanya berada pada posisi stagnan.

Di tengah terjadinya koreksi tajam pada IHSG, investor asing terpantau tetap melakukan aksi beli bersih atau net buy dengan nilai menyentuh Rp11,42 triliun pada perdagangan hari Jumat. Namun demikian, jika dihitung secara akumulatif dalam kurun sepekan, investor asing secara menyeluruh masih mencatatkan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp641,75 miliar di seluruh pasar.

Berikut merupakan daftar 10 saham dengan raihan nilai net sell terbesar oleh investor asing dalam periode sepekan terakhir:

  1. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 1,38 triliun
  2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1,16 triliun
  3. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 259,99 miliar
  4. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 227,44 miliar
  5. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp 212,41 miliar
  6. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 135,89 miliar
  7. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 120,79 miliar
  8. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp 115,22 miliar
  9. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 98,7 miliar
  10. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 78,79 miliar

Terkini