Smesco Jadi Panggung UMKM di Inabuyer 2026, Bidik Rp 2,5 Triliun

Rabu, 06 Mei 2026 | 15:32:15 WIB
Ilustrasi Inabuyer B2B2G Expo (https://imgsrv2.voi.id/7yEgTqfAe4MWhAt6IJmBI3lQ5_FKUTsMT85ZrYP2E-s/auto/1200/675/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81NzM4NjcvMjAyNjA1MDUxNTUzLW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzc3OTcxMjM2LmpwZWc.jpg)

JAKARTA – Wamen UMKM Helvi Moraza menargetkan nilai transaksi Inabuyer B2B2G Expo 2026 mencapai Rp 2,5 triliun, naik dari Rp 2,1 triliun yang tercatat pada tahun sebelumnya, sekaligus menjadikan ajang ini sebagai kunci bagi UMKM untuk memperluas akses naik kelas.

"Tahun lalu, kami mencatatkan transaksi sebesar Rp2,1 triliun. Tahun ini, kami menargetkan sukses dengan angka Rp2,5 triliun. Pemerintah sudah membuka peluang seluas-luasnya," ujar Helvi di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Inabuyer B2B2G Expo 2026 berlangsung selama tiga hari, yakni 5–7 Mei 2026, bertempat di Gedung Smesco Jakarta. Melalui ajang ini, UMKM difasilitasi untuk menjalin kemitraan bisnis yang berkelanjutan, baik lewat pengadaan barang dan jasa pemerintah, program prioritas nasional, maupun sebagai pemasok bagi perusahaan ritel swasta.

"Kalau ingin naik kelas, UMKM harus disinergikan sehingga bisa masuk rantai pasok usaha besar serta diperkuat akses pembiayaan dan perluasan pasarnya," ujar Helvi, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Helvi juga menegaskan bahwa UMKM merupakan pilar utama dalam mendorong transformasi ekonomi Indonesia, di mana sepanjang 2025 perekonomian nasional tumbuh stabil sebesar 5,11 persen yang ditopang oleh kuatnya permintaan domestik, investasi, belanja pemerintah, dan ekspor. Inabuyer 2026 membuka peluang luas bagi UMKM untuk menjalin kemitraan dengan berbagai pihak strategis.

Di antara mitra yang hadir adalah BUMN seperti PLN, Kimia Farma, Pertamina, Pegadaian, dan Perum Bulog, serta pengelola infrastruktur publik seperti Angkasa Pura Indonesia, ASDP Indonesia Ferry, KAI, Hutama Karya, dan Jasa Marga. Turut hadir pula perusahaan ritel besar seperti AEON, Indomaret, Alfamart, Mr. DIY, dan AZKO sebagai calon buyer potensial bagi produk-produk UMKM.

Selain mitra swasta dan BUMN, UMKM juga mendapatkan akses ke kementerian dan lembaga pemerintah seperti Kementerian Permukiman dan Kawasan Perumahan, Kementerian Sosial, serta Badan Gizi Nasional. Keterlibatan ini membuka peluang bagi UMKM untuk masuk dalam program-program strategis nasional, antara lain Rumah Rakyat, Sekolah Rakyat, dan Makan Bergizi Gratis.

"Inabuyer menyiapkan semua. Di sini ada konsultasi, fasilitas pembiayaan, serta business matching dengan buyer. Manfaatkan acara ini untuk pengusaha UMKM di seluruh Indonesia," kata Helvi, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Helvi berharap sinergi antara pengusaha UMKM, sektor swasta, dan pemerintah terus diperkuat guna menopang target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029. "Kami memenuhi amanah Presiden Prabowo untuk berkolaborasi lintas kementerian dan instansi, lembaga pembiayaan, lembaga pendidikan, Hippindo, BUMN, dan mitra strategis lainnya agar UMKM semakin tangguh sebagai tulang punggung perekonomian bangsa," katanya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Terkini