JAKARTA – Sebuah cangkir kopi bergaya ninja ternyata mampu mengubah dunia bisnis kreatif digital menjadi ladang penghasilan nyata. Karakter cappuccino assassino, yang lahir dari tren Italian Brainrot, kini bukan lagi sekadar hiburan di layar ponsel.
Cappuccino assassino diciptakan oleh pengguna TikTok @alexey_pigeon pada 5 Maret 2025, berbentuk cangkir kopi dengan dua mata, lengan yang menggenggam katana, serta mengenakan ikat kepala Naruto. Karakter ini tumbuh menjadi salah satu ikon paling dikenal dari fenomena Italian Brainrot yang mendunia sejak awal 2025.
Italian Brainrot sendiri merupakan serangkaian meme internet yang muncul awal 2025, ditandai dengan gambar surealis dan absurd dari makhluk buatan AI yang diberi nama pseudo-Italia, lalu menyebar cepat di platform seperti TikTok dan Instagram. Fenomena ini bahkan telah merambah Indonesia dengan adaptasi lokal seperti Tung Tung Tung Sahur dan Boneca Ambalabu.
Popularitas cappuccino assassino tidak hanya berdampak di ranah hiburan digital, tetapi juga membuka peluang bisnis yang menggiurkan. Karakter Italian Brainrot telah digunakan untuk menjual mainan dan NFT, serta menjadi pusat permainan Roblox populer bernama Steal a Brainrot.
Besarnya animo publik tergambar dari data: karakter Ballerina Cappuccina saja mengumpulkan lebih dari 55 juta tayangan di TikTok dan empat juta likes hanya pada paruh pertama 2025. Angka ini menunjukkan betapa besar basis penggemar yang siap dikonversi menjadi pembeli produk merchandise.
Untuk memulai bisnis ini, modal yang dibutuhkan terbilang fleksibel. Dengan model Print on Demand (POD), pelaku usaha cukup menyiapkan dana Rp500.000 sampai Rp2.000.000 karena produk dicetak hanya saat ada pesanan, tanpa perlu menyetok barang terlebih dahulu.
Bagi yang ingin produksi mandiri seperti boneka, action figure, atau mainan artikulasi bertema cappuccino assassino, dibutuhkan dana Rp5.000.000 sampai Rp20.000.000 untuk bahan baku dan kerja sama dengan pabrik. Sementara jalur konten kreator di TikTok cukup dengan modal Rp1.000.000 sampai Rp5.000.000 untuk perangkat dasar dan aplikasi editing.
Dari sisi potensi keuntungan, margin bisnis ini terbilang menarik. Untuk model POD, margin keuntungan berkisar 20% sampai 40% per produk, sedangkan produksi mandiri bisa mencapai 50% sampai 70% dengan boneka yang diproduksi seharga Rp30.000 bisa dijual Rp80.000 sampai Rp150.000.
Namun, ada risiko hukum yang wajib diwaspadai. Kasus penghapusan karakter Tung Tung Tung Sahur dari game Steal a Brainrot terjadi karena agensi yang mewakili kreatornya mengklaim bahwa karakter tersebut merupakan kekayaan intelektual mereka yang digunakan tanpa lisensi yang tepat.
Kreator asli Tung Tung Tung Sahur yang dikenal dengan nama Noxa pernah menyatakan, "Saya tidak ingin karakter saya hanya menjadi lelucon yang berlalu begitu saja, saya ingin dia memiliki makna," sebagaimana dilansir dari berita sumber. Pernyataan ini menegaskan bahwa para kreator menganggap karya mereka memiliki nilai yang harus dihargai.
Strategi pemasaran pun menjadi kunci keberhasilan bisnis ini. Francesco De Nittis dari Human Centric Group menegaskan, "Italian Brainrot itu konyol, dan itulah intinya. Gen Z menyukai konten yang terasa spontan, surealis, dan dibuat untuk konsumsi instan," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Riset juga menunjukkan bahwa lebih dari 60% konsumen mengatakan mereka lebih mungkin membeli dari brand yang menggunakan meme. Data ini membuktikan bahwa strategi pemasaran berbasis meme cappuccino assassino memiliki potensi konversi yang tinggi bagi siapa saja yang berani terjun ke pasar ini.