Update ADHI TW I 2026: Laba Rp154M & Pertumbuhan Kontrak 131%

Kamis, 30 April 2026 | 16:11:00 WIB
proyek Jalan Tol Solo Jogja 1.1, dan proyek EPCC Jetty Propylene.(Foto:dok Adhi Karya).

Jakarta, 30 April 2026 - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (“ADHI”) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,7 triliun pada Triwulan I 2026. Pendapatan Perseroan berasal dari kontribusi Joint Operation (JO) sebesar Rp1,2 triliun dan Non Joint Operation (NJO) sebesar Rp1,7 triliun. Sehingga total produksi sampai dengan Triwulan I 2026 adalah senilai Rp2,9 triliun. Kontribusi pendapatan terbesar berasal dari proyek infrastruktur seperti proyek Jalan Tol Jogja Bawen Paket 1, proyek Jalan Tol Solo Jogja 1.1, dan proyek EPCC Jetty Propylene.


Hal ini juga sejalan dengan perolehan kontrak baru ADHI pada triwulan I 2026 sebesar Rp4,72 triliun hingga Triwulan I 2026. Capaian tersebut tumbuh 131,5% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencerminkan kinerja Perseroan yang tetap solid serta konsisten menjaga tren pertumbuhan positif di awal tahun.


Dari sisi profitabilitas, Perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp553 miliar. EBITDA Perseroan tercatat meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya mencapai Rp464 Miliar. Pada tingkat bottom line, Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp154 miliar, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp317 juta. Hal ini menunjukan pemulihan kinerja ADHI yang sudah kembali positif di triwulan I 2026 dari hasil fundamental business review yang telah dilakukan pada laporan audited tahun buku 2025.


Sampai dengan Triwulan I 2026, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp28,1 triliun, sedangkan total liabilitas tercatat sebesar Rp24,7 triliun dan ekuitas sebesar Rp3,5 triliun. Rasio Debt to Equity Ratio (DER) berbasis Interest Bearing Debt tercatat sebesar 2,4 kali, rasio EBITDA to Interest (TIE) tercatat sebesar 2,55 kali, dan Current Ratio tercatat sebesar 1,01 kali. Semua rasio tersebut telah memenuhi covenant Obligasi ADHI yang menunjukan komitmen ADHI dalam menjaga kepercayaan kepada para Pemegang Obligasi dan Investor lainnya.


Di tengah kondisi industri konstruksi yang masih menantang, Perseroan tetap berfokus pada penguatan fundamental bisnis melalui penerapan operational excellence, pengelolaan cashflow yang disiplin, serta selektivitas dalam perolehan proyek baru. Perseroan juga terus mendorong proyek-proyek dengan profil pembayaran dan margin yang sehat sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.

PT Adhi Karya (Persero) Tbk. memiliki kode ticker saham ADHI, merupakan salah satu BUMN yang utamanya bergerak di bidang konstruksi. ADHI merupakan BUMN Konstruksi pertama yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada Maret 2004, sehingga sejak
saat itu 36% saham ADHI dimiliki oleh masyarakat luas.


Selain bisnis konstruksi dan engineering, ADHI memiliki tiga bisnis lain antara lain property & hospitality, manufaktur, dan investasi & konsesi. Sejalan dengan hal ini, ADHI menciptakan tagline Beyond Construction yang menegaskan, bahwa ADHI tidak hanya memberikan jasa konstruksi, tetapi juga jasa lain yang manfaatnya dapat dirasakan secara terus menerus, baik bagi lingkungan, sosial dan bisnis Perusahaan. ADHI berpartisipasi dalam berbagai Proyek Strategis Nasional, seperti dalam Pembangunan Trans Jawa untuk Tol Cisumdawu, Tol Solo-Yogyakarta-Kulonprogo, hingga Tol Probolinggo-Bayuwangi, serta dalam Pembangunan Trans Sumatera untuk Tol Sigli-Banda Aceh hingga Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Lampung serta Jalan
Lintas Timur Sumatera.


ADHI turut berperan dalam pembangunan infrastruktur IKN Nusantara, melalui pembangunan Hunian Pekerja Konstruksi, Jalan Tol Kariangau-Karangjoang Seksi 3A, hingga Jembatan Pulau Balang dan Intake Sepaku. ADHI juga berhasil membuktikan diri sebagai champion of railway melalui beberapa proyek kereta, seperti LRT Jabodebek, MRT Jakarta Fase 2A, hingga mendapatkan proyek regional di Manila, Filipina untuk proyek North-South Commuter Railways. ADHI kini tengah menjadi pelopor konstruksi berbasis lingkungan dengan menjadi kontrakor pelaksana Pengolahan Sampah Terbesar di Indonesia, RDF Bantargebang dan mengembangkan pengelolaan lingkungan, FPLT Kawasan Industri di Medan.
 

Terkini