JAKARTA – OCBC NISP catat kinerja positif di kuartal I-2026 dengan perolehan laba Rp 1,36 triliun, tumbuh 5% yoy berkat kenaikan operasional dan penyaluran kredit perbankan.
Catatan impresif diperlihatkan oleh PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) dalam mengawali periode tahun ini. Perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 1,36 triliun pada kuartal I-2026.
Angka tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan sebesar 5% jika dibandingkan secara tahunan. Kenaikan pendapatan operasional sebesar 6% secara year on year (yoy) menjadi salah satu penopang utama hasil tersebut.
Hingga posisi 31 Maret 2026, total aset yang dimiliki OCBC dilaporkan mencapai Rp 312,9 triliun. Jumlah aset ini mengalami peningkatan sebesar 7% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.
Pada fungsi intermediasi, penyaluran kredit perusahaan juga mengalami tren kenaikan yang signifikan. Total penyaluran kredit OCBC tercatat tumbuh hingga menyentuh angka Rp 171 triliun.
Manajemen perusahaan juga berhasil menjaga kualitas aset tetap berada pada kondisi yang sangat sehat. Rasio kredit bermasalah atau NPL gross tercatat tetap terjaga pada level 2,1%.
Perbaikan juga terlihat pada indikator loan at risk (LaR) yang berada di angka 5,3%. Persentase ini lebih baik jika dibandingkan dengan periode sebelumnya yang berada di level 5,4%.
Adapun tingkat pencadangan untuk NPL perusahaan saat ini telah mencapai angka 221,8%. Dari sisi penghimpunan dana, perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga menunjukkan hasil positif.
Total DPK yang berhasil dikumpulkan oleh OCBC tercatat sebesar Rp 226,4 triliun. Nilai tersebut mengalami kenaikan sebesar 4% jika dibandingkan secara year on year (yoy).
Peningkatan rasio current account saving account (CASA) menjadi 61,9% turut mendorong pertumbuhan dana tersebut. Kondisi ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat dalam menaruh dana di bank tersebut.
Parwati Surjaudaja selaku Presiden Direktur OCBC memberikan tanggapan resmi terkait capaian kinerja awal tahun. Beliau menyebut hasil ini merupakan wujud keseimbangan antara pertumbuhan dan prinsip kehati-hatian.
“Kami melihat momentum pertumbuhan yang tetap terjaga di awal tahun 2026, baik dari sisi intermediasi maupun penghimpunan dana. Pertumbuhan kredit yang tetap positif mencerminkan komitmen kami dalam mendukung kebutuhan nasabah dan perekonomian,” ujar Parwati dalam keterangan resminya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Parwati juga menekankan bahwa penguatan pada sisi CASA memiliki arti yang sangat penting. Beliau menambahkan, peningkatan CASA menunjukkan kepercayaan nasabah yang semakin kuat terhadap layanan OCBC sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Optimisme ini menjadi modal kuat bagi perseroan untuk terus berekspansi sepanjang tahun 2026. Fokus pada pelayanan nasabah dan menjaga rasio keuangan tetap menjadi prioritas utama manajemen.