JAKARTA – PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) menyiapkan anggaran Rp200 miliar untuk buyback saham guna memperkuat kepercayaan pasar dan menjaga nilai intrinsik perseroan.
Langkah korporasi ini direncanakan menyasar maksimal 339.716.500 lembar saham.
Angka tersebut merepresentasikan sekitar 5 persen dari keseluruhan modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perusahaan.
"Aksi korporasi buyback saham ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat keyakinan pasar terhadap nilai intrinsik Perseroan, sejalan dengan capaian kinerja yang solid sepanjang tahun lalu," ujar Allan Wibisono Oei, sebagaimana dilansir dari kabarbursa.com, Jumat (24/4/2026).
Allan Wibisono Oei menegaskan bahwa kebijakan ini menjadi bagian dari upaya besar dalam memberikan nilai tambah bagi para pemilik saham.
Momentum ini didukung oleh pencapaian finansial yang impresif di mana pendapatan melonjak 31 persen menjadi Rp2,78 triliun pada 2025.
Pertumbuhan tersebut diikuti dengan kenaikan laba bersih yang menyentuh angka Rp375,06 miliar atau tumbuh 48 persen secara tahunan.
Pihak manajemen menilai bahwa posisi likuiditas saat ini sangat memadai sehingga pembelian kembali saham tidak akan mengganggu operasional.
Untuk memuluskan rencana ini, manajemen menetapkan batas harga pembelian kembali paling tinggi sebesar Rp850 per lembar saham.
"Kami akan terus memantau perkembangan harga pangan di pasar menjelang Idulfitri," ujar Bahlil, sebagaimana dilangsir dari bisnis.com, Selasa (20/4/2026).
Keputusan final mengenai aksi pasar ini akan bergantung pada persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang digelar 29 Mei 2026.
Jika mendapatkan lampu hijau, periode pelaksanaan akan berlangsung selama 12 bulan hingga 29 Mei 2027.
Proses transaksi di bursa nantinya akan dikawal oleh Mandiri Sekuritas yang ditunjuk sebagai perantara pedagang efek.
Manajemen Jasuindo Tiga Perkasa berpendapat bahwa buyback ini adalah sinyal positif mengenai stabilitas bisnis jangka panjang di tengah dinamika pasar global.