JAKARTA – PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) tengah menjajaki opsi divestasi bisnis batu bara untuk mempercepat transisi ke sektor energi bersih.
Perubahan fokus ini merupakan langkah besar perusahaan dalam menyelaraskan portofolio bisnis dengan tren dekarbonisasi global.
Direktur Utama BIPI, Ray Anthony Gerungan, menjelaskan bahwa rencana tersebut merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan untuk meninggalkan ketergantungan pada energi fosil.
"Rencana divestasi bisnis pertambangan batu bara merupakan salah satu opsi strategis yang sedang kami kaji secara mendalam guna mengoptimalkan sumber daya untuk ekspansi ke sektor energi bersih," kata Ray sebagaimana dilansir dari wartaekonomi.co.id, Senin (27/4/2026).
Pihak manajemen menilai bahwa infrastruktur pendukung energi terbarukan memiliki potensi pertumbuhan yang jauh lebih stabil dalam dekade mendatang.
Ray Anthony Gerungan mengungkapkan bahwa langkah ini diharapkan dapat meningkatkan nilai perusahaan di mata investor yang kini semakin selektif terhadap aspek keberlanjutan.
"Kami berkomitmen penuh untuk bertransformasi menjadi penyedia infrastruktur energi yang lebih hijau dan berkelanjutan," tutur Ray seperti dikutip dari wartaekonomi.co.id, Senin (27/4/2026).
Keputusan ini juga diambil untuk memastikan efisiensi modal dalam membiayai berbagai proyek energi baru yang sedang dikembangkan.
Michael Wong menambahkan bahwa perusahaan sedang melakukan uji tuntas terhadap beberapa calon mitra potensial yang tertarik mengambil alih aset tambang tersebut.
"Saat ini proses diskusi masih berlangsung dengan beberapa pihak terkait, dan kami akan memastikan setiap keputusan memberikan dampak positif bagi pemegang saham," jelas Michael saat dihubungi melalui wartaekonomi.co.id, Senin (27/4/2026).
Selain divestasi, perusahaan juga aktif mencari peluang akuisisi di bidang pembangkit listrik tenaga surya dan angin.
Transformasi ini diprediksi akan mengubah peta bisnis BIPI secara signifikan dalam 3 hingga 5 tahun ke depan.