JAKARTA – Simak dampak kenaikan harga kabel meledak dan penguatan dolar AS terhadap stabilitas harga produk elektronik di pasar domestik saat ini.
Kenaikan harga bahan baku utama seperti tembaga menjadi faktor pemicu utama di balik lonjakan biaya produksi kabel secara global.
Situasi ini diperparah dengan nilai tukar mata uang asing yang terus menekan rupiah sehingga biaya impor komponen meningkat tajam.
"Kami sedang menghitung dampak kenaikan biaya logistik dan bahan baku terhadap harga jual ke konsumen akhir," ujar Budi, sebagaimana dilansir dari cnbcindonesia.com, Jumat (24/4/2026).
Pihak asosiasi pengusaha menyebutkan bahwa penyesuaian harga barang elektronik kemungkinan besar tidak dapat dihindari dalam waktu dekat.
Ketidakpastian ekonomi global membuat para pelaku industri harus melakukan efisiensi ketat guna menjaga kelangsungan operasional perusahaan.
"Kenaikan harga kabel meledak ini sangat terasa pada lini produksi alat rumah tangga yang membutuhkan banyak instalasi kelistrikan," kata Ratna, sebagaimana dilansir dari cnbcindonesia.com, Jumat (24/4/2026).
Stok barang lama yang masih tersedia di gudang mungkin menjadi penyelamat sementara bagi konsumen sebelum harga baru diterapkan secara resmi.
Beberapa distributor mulai mengurangi volume pemesanan demi menghindari penumpukan inventaris dengan nilai modal yang terlalu tinggi.
Suryo menjelaskan bahwa ketergantungan pada komponen impor membuat industri dalam negeri sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar mata uang.
Masyarakat disarankan untuk melakukan pembelian produk esensial lebih awal sebelum dampak inflasi sektor elektronik ini meluas ke pengecer kecil.
Hingga saat ini 5 produsen besar telah memberikan sinyal terkait adanya perubahan skema harga pada kuartal 2 tahun ini.