Lebih dari Sekadar Jaga Palang, Sumarno Ceritakan Dedikasi PJL di Perlintasan Sebidang

Rabu, 22 April 2026 | 13:47:21 WIB
Foto: PT KA Properti Manajemen (KAI Properti)

Selasa (22/04) - Di tengah hiruk pikuk lalu lintas kawasan Menteng, terdapat sosok yang setiap harinya berdiri sigap menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Ia adalah Sumarno, Petugas Jaga Lintasan (PJL) di JPL 2 Menteng yang telah mengabdikan dirinya dalam pekerjaan penuh tanggung jawab ini.

Bagi sebagian orang, tugas PJL mungkin terlihat sederhana, menutup dan membuka palang pintu perlintasan. Namun di balik itu, pekerjaan ini menuntut tingkat kewaspadaan, ketelitian, dedikasi dan tanggung jawab yang sangat tinggi. Seorang PJL harus mampu membaca situasi dengan cepat, beradaptasi dengan kondisi lalu lintas yang dinamis, serta menjaga fokus dalam berbagai situasi, baik saat cuaca terik maupun hujan deras.

“Pekerjaan ini tidak bisa dianggap sembarangan. Kami harus selalu fokus dan siap menghadapi berbagai kondisi di lapangan. Keselamatan banyak orang bergantung pada keputusan yang kami ambil dalam hitungan detik,” ungkap Sumarno.

Sebagai PJL, Sumarno dituntut memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi. Setiap hari menghadirkan tantangan berbeda—volume kendaraan yang berubah-ubah, perilaku pengguna jalan yang beragam, hingga situasi tak terduga yang membutuhkan respons cepat dan tepat. Dalam kondisi tersebut, fokus menjadi kunci utama agar tidak terjadi kesalahan yang dapat berakibat fatal.

Peran PJL merupakan bagian penting dalam sistem keselamatan perkeretaapian. Mereka menjadi garda terdepan dalam memastikan perjalanan kereta api tetap aman serta melindungi masyarakat pengguna jalan di perlintasan sebidang.

Sekretaris Perusahaan KAI Properti, Ramdhani Subagja, menyampaikan bahwa profesi PJL merupakan pekerjaan strategis yang membutuhkan kompetensi khusus serta dedikasi tinggi.

“PJL bukan pekerjaan yang bisa dilakukan secara sembarangan. Dibutuhkan tingkat fokus yang tinggi, kemampuan adaptasi yang cepat, serta ketangguhan dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan. Melalui kisah Pak Sumarno, kami ingin menunjukkan bahwa di balik operasional perkeretaapian yang aman, terdapat peran penting insan-insan profesional yang bekerja dengan penuh tanggung jawab,” ujar Ramdhani.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa KAI Properti berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan penguatan kompetensi, guna memastikan setiap petugas mampu menjalankan tugasnya secara optimal.

Melalui kisah Sumarno, KAI Properti ingin memperkuat komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan yang mengutamakan keselamatan, keandalan, dan profesionalisme. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan perlintasan sebidang yang aman dan tertib.

KAI Properti mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keselamatan di perlintasan dengan mematuhi rambu lalu lintas terutama saat melintas di perlintasan sebidang, karena keselamatan adalah tanggung jawab bersama.

Terkini