JAKARTA - Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional melaporkan fluktuasi harga sejumlah komoditas pokok di tingkat pedagang eceran seluruh wilayah Indonesia hari ini.
Data terbaru yang dikelola oleh Bank Indonesia menunjukkan dinamika nilai jual pada berbagai bahan pangan strategis yang menjadi kebutuhan harian masyarakat luas. Berdasarkan rincian angka pada Senin 13 April 2026 pukul 10.10 WIB, komoditas cabai rawit merah saat ini berada di level Rp76.450 per kilogram. Sementara itu, produk protein hewani berupa telur ayam ras tercatat mengalami pergerakan harga hingga menyentuh angka sebesar Rp32.050 untuk setiap kilogramnya.
Pergerakan Harga Komoditas Bawang dan Beras Berbagai Kualitas
Laporan resmi dari pihak PIHPS Nasional juga menyoroti harga komoditas bumbu dapur lainnya seperti bawang merah yang dipatok seharga Rp46.750 per kilogram. Untuk jenis bawang putih, para pedagang di tingkat eceran secara nasional rata-rata menetapkan harga jual di kisaran Rp39.150 per kilogram pada hari ini. Sektor perberasan juga tidak luput dari pantauan, di mana beras kualitas bawah I kini dipasarkan dengan harga rata-rata Rp15.350 untuk setiap kilogram.
Untuk kategori beras kualitas bawah II, data menunjukkan harga berada pada level Rp14.850 per kilogram di berbagai pasar tradisional maupun modern. Beras kualitas medium I dipasarkan seharga Rp16.150 per kilogram, sedangkan untuk beras kualitas medium II tercatat dipatok pada angka Rp16.300 per kilogram. Kategori beras kualitas super I berada di angka Rp17.000 per kilogram, sementara beras kualitas super II memiliki nilai jual Rp16.700 per kilogram.
Dinamika Harga Berbagai Jenis Cabai di Pasar Eceran
Selain cabai rawit merah, PIHPS mencatat bahwa harga cabai merah besar saat ini telah mencapai level Rp43.400 untuk setiap satu kilogram. Komoditas cabai merah keriting juga menunjukkan angka yang kompetitif dengan nilai jual rata-rata nasional berada pada kisaran Rp43.100 per kilogram hari ini. Sedangkan untuk jenis cabai rawit hijau, masyarakat harus merogoh kocek sebesar Rp48.650 per kilogram berdasarkan pantauan harga di tingkat pedagang pasar eceran.
Pergerakan harga pada rumpun cabai ini menjadi perhatian serius karena sangat mempengaruhi inflasi pangan dan daya beli masyarakat di sektor kebutuhan pokok. Dinamika harga ini dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan dari sentra produksi menuju pasar-pasar utama di kota besar di seluruh wilayah kepulauan Indonesia saat ini. Pihak berwenang terus melakukan pemantauan agar stabilitas harga pangan tetap terjaga di tengah fluktuasi permintaan pasar yang cukup dinamis pada pekan ini.
Kondisi Harga Daging dan Bahan Pemanis Gula Pasir
Untuk sektor daging, harga daging ayam ras segar kini berada pada posisi Rp39.550 per kilogram di tingkat pengecer secara nasional pada hari ini. Daging sapi kualitas I tetap berada pada angka yang cukup tinggi yakni mencapai Rp147.350 per kilogram sesuai dengan data yang telah diverifikasi. Sementara itu, untuk daging sapi kualitas II, para konsumen dapat memperolehnya dengan rata-rata harga pasar di angka Rp140.850 untuk setiap satu kilogram.
Komoditas gula pasir juga menunjukkan variasi harga, di mana untuk kualitas premium tercatat dipasarkan seharga Rp20.200 untuk setiap kilogram di tingkat eceran. Sedangkan untuk produk gula pasir lokal, harga yang berlaku di pasaran saat ini adalah sebesar Rp19.150 per kilogram berdasarkan pantauan tim lapangan. Kestabilan harga gula menjadi faktor krusial bagi industri rumah tangga dan konsumsi harian keluarga Indonesia di tengah situasi ekonomi global yang menantang.
Pantauan Harga Minyak Goreng Curah dan Kemasan Bermerek
Beralih ke sektor minyak goreng, komoditas minyak goreng curah saat ini tercatat berada pada level harga Rp20.450 untuk setiap satu liter produknya. Minyak goreng kemasan bermerek I menunjukkan angka yang lebih tinggi dengan nilai jual mencapai Rp23.550 per liter di berbagai gerai retail nasional. Adapun untuk jenis minyak goreng kemasan bermerek II, masyarakat dapat membelinya dengan harga rata-rata Rp22.900 per liter di pasar eceran seluruh Indonesia.
Informasi harga ini sangat penting bagi masyarakat untuk melakukan perencanaan belanja rumah tangga agar tetap sesuai dengan anggaran yang dimiliki masing-masing keluarga. Bank Indonesia melalui PIHPS Nasional terus berkomitmen memberikan transparansi data harga pangan guna menekan potensi spekulasi harga di tingkat pedagang maupun distributor besar. Update berkala ini diharapkan mampu memberikan gambaran nyata mengenai kondisi ketahanan pangan nasional melalui indikator harga yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara luas.