Harga Pangan Hari Ini 9 April 2026 Cabai Rawit Merah Melonjak Tinggi

Kamis, 09 April 2026 | 11:12:11 WIB
Harga Pangan Hari Ini 9 April 2026 Cabai Rawit Merah Melonjak Tinggi

JAKARTA - Pergerakan harga pangan nasional kembali menjadi perhatian masyarakat setelah sejumlah komoditas menunjukkan kenaikan signifikan. 

Kondisi ini terutama terlihat pada kelompok bahan pokok yang memiliki peran penting dalam kebutuhan sehari-hari. Kenaikan harga tidak hanya dipengaruhi faktor distribusi, tetapi juga kondisi cuaca dan pasokan yang belum sepenuhnya stabil.

Di tengah dinamika tersebut, masyarakat dihadapkan pada fluktuasi harga yang cukup tajam, khususnya pada komoditas cabai. Lonjakan ini menjadi indikator penting dalam memantau stabilitas pangan nasional. Pemerintah pun terus melakukan pengawasan untuk memastikan harga tetap terkendali dan pasokan tersedia.

Harga Cabai dan Komoditas Utama Mengalami Kenaikan

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga cabai rawit merah pada Kamis 9 April 2026 pukul 09.00 WIB tercatat mencapai Rp 85.200 per kilogram. Angka ini menunjukkan kenaikan yang cukup tinggi dibandingkan periode sebelumnya.

Selain itu, harga cabai merah besar berada di level Rp 45.950 per kilogram, sementara cabai merah keriting tercatat Rp 45.600 per kilogram. Untuk cabai rawit hijau, harga berada di angka Rp 53.500 per kilogram. Kenaikan harga cabai ini menjadi perhatian utama karena merupakan bahan penting dalam konsumsi masyarakat Indonesia.

Tidak hanya cabai, harga telur ayam juga mengalami kenaikan dengan harga mencapai Rp 32.700 per kilogram. Kondisi ini memperlihatkan adanya tekanan pada beberapa komoditas pangan yang cukup vital.

Pergerakan Harga Bawang dan Beras di Pasaran

Komoditas lain seperti bawang merah dan bawang putih juga mengalami fluktuasi harga. Harga bawang merah tercatat Rp 47.400 per kilogram, sementara bawang putih berada di level Rp 40.250 per kilogram. Kedua komoditas ini termasuk bahan pokok yang sering digunakan dalam berbagai masakan sehari-hari.

Sementara itu, harga beras menunjukkan variasi tergantung pada kualitasnya. Beras kualitas bawah I dijual dengan harga Rp 14.500 per kilogram, sedangkan kualitas bawah II berada di Rp 14.550 per kilogram. Untuk beras kualitas medium I, harga mencapai Rp 16.050 per kilogram dan medium II di angka Rp 15.900 per kilogram.

Adapun beras kualitas super I berada di harga Rp 17.300 per kilogram dan super II di Rp 16.800 per kilogram. Variasi harga ini mencerminkan perbedaan kualitas serta permintaan pasar yang beragam.

Harga Daging dan Minyak Goreng Ikut Berfluktuasi

Harga daging ayam ras segar tercatat sebesar Rp 41.700 per kilogram, sementara daging sapi kualitas I mencapai Rp 147.750 per kilogram. Untuk daging sapi kualitas II, harga berada di angka Rp 139.950 per kilogram. Komoditas protein hewani ini menjadi salah satu faktor penting dalam pengeluaran rumah tangga.

Di sisi lain, harga gula pasir premium tercatat Rp 20.150 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal berada di Rp 19.050 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng curah dijual seharga Rp 20.000 per liter.

Untuk minyak goreng kemasan bermerek, harga bervariasi antara Rp 22.250 hingga Rp 23.200 per liter. Fluktuasi harga ini menunjukkan dinamika pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk distribusi dan biaya produksi.

Pemerintah Perketat Pengawasan Harga Pangan Nasional

Dalam menghadapi kenaikan harga pangan, pemerintah mengambil langkah tegas dengan memperketat pengawasan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga, terutama pada komoditas strategis seperti kedelai.

"Nanti kami kumpulkan para importir. Jangan menaikkan harga terlalu tinggi,” kata Menteri Amran sebelum mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa 7 April 2026.

Pemerintah juga mengimbau para pelaku usaha untuk mengedepankan empati terhadap masyarakat. Koordinasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan guna memastikan distribusi pangan berjalan lancar dan harga tetap terkendali.

Stok Pangan Nasional Dipastikan Dalam Kondisi Aman

Selain pengawasan harga, pemerintah juga memastikan ketersediaan stok pangan nasional tetap aman. Menteri Amran menyampaikan bahwa stok beras saat ini berada pada level yang sangat kuat dan bahkan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.

"Posisinya sangat aman. Bukan sekadar aman, tetapi sangat aman. Selanjutnya, kita fokus pada langkah menghadapi El Nino,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa stok beras saat ini mencapai 4,6 juta ton dan diperkirakan meningkat hingga 5 juta ton pada April. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang hanya berada di kisaran 1,5 hingga 2 juta ton.

Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem Terhadap Ketahanan Pangan

Pemerintah turut mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga enam bulan ke depan. Berdasarkan proyeksi, kebutuhan pangan selama musim kemarau dapat mencapai sekitar 2 juta ton per bulan.

Dengan total ketersediaan yang mencakup stok beras, sektor horeka, serta tanaman siap panen, jumlah pangan nasional diperkirakan mencapai sekitar 28 juta ton. Angka ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 10 hingga 11 bulan ke depan.

"Pada musim kemarau sekitar enam bulan, berdasarkan pengalaman saat El Nino, kebutuhan sekitar 2 juta ton per bulan atau total 12 juta ton. Artinya, hingga sekitar Mei ke depan kita masih dalam kondisi cukup," ungkapnya.

Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional tetap terjaga. Meskipun harga beberapa komoditas mengalami kenaikan, upaya pengendalian dan ketersediaan stok diharapkan mampu menjaga stabilitas di tengah tantangan global dan perubahan iklim.

Terkini