JAKARTA - Hasil mengejutkan terjadi saat Real Madrid menjamu Bayern Munich pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026.
Bermain di Santiago Bernabeu, Los Blancos justru harus menerima kekalahan dengan skor 1-2 di hadapan pendukung sendiri. Kekalahan ini langsung mengubah peta peluang mereka untuk melangkah ke babak berikutnya.
Dua gol tim tamu lahir melalui Luis Diaz pada menit ke-41 dan Harry Kane di menit ke-46. Gol cepat tersebut membuat Madrid berada dalam tekanan sejak awal babak kedua. Situasi ini membuat permainan tuan rumah terlihat kurang berkembang dan kesulitan membongkar pertahanan lawan.
Madrid hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat aksi Kylian Mbappe pada menit ke-74. Namun, gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan mereka dari kekalahan. Kini, Madrid harus menghadapi tugas berat pada leg kedua jika ingin menjaga asa di kompetisi ini.
Misi berat menanti pada leg kedua di Allianz Arena
Kekalahan ini membuat langkah Madrid menuju semifinal menjadi semakin terjal. Mereka kini wajib meraih kemenangan dengan selisih minimal dua gol saat bertandang ke markas Bayern di Allianz Arena pada leg kedua pekan depan. Tantangan ini jelas tidak mudah mengingat kekuatan Bayern di kandang sendiri.
Tekanan semakin besar karena Madrid harus tampil sempurna dalam laga penentuan tersebut. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal dan mengubur harapan mereka di Liga Champions musim ini. Kondisi mental pemain juga akan diuji setelah hasil kurang memuaskan di leg pertama.
Di sisi lain, Bayern justru berada dalam posisi lebih nyaman. Mereka hanya perlu menjaga keunggulan agregat untuk memastikan tiket ke semifinal. Strategi bertahan sambil mengandalkan serangan balik bisa menjadi senjata efektif bagi tim asal Jerman tersebut.
Rentetan kekalahan jadi sorotan serius bagi Arbeloa
Kekalahan dari Bayern Munich juga memperpanjang catatan negatif pelatih Alvaro Arbeloa bersama Real Madrid. Berdasarkan catatan Goal, hasil ini menjadi kekalahan keenam yang ia alami sejak mengambil alih tim pada Januari lalu. Situasi ini mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan pendukung.
Dalam total 19 pertandingan di semua kompetisi, Arbeloa mencatatkan 13 kemenangan tanpa hasil imbang. Statistik tersebut menunjukkan inkonsistensi performa yang cukup mencolok. Tim mampu menang, tetapi juga rentan mengalami kekalahan dalam jumlah yang tidak sedikit.
Sebelum kalah dari Bayern, Madrid juga tumbang dari Albacete di Copa del Rey. Selain itu, mereka mengalami kekalahan dari Benfica di Liga Champions serta Osasuna, Getafe, dan Real Mallorca di La Liga. Rentetan hasil ini membuat posisi Madrid semakin tertekan di berbagai kompetisi.
Rekor buruk samai Xabi Alonso dalam waktu lebih singkat
Situasi semakin mengkhawatirkan karena Arbeloa kini menyamai rekor negatif milik Xabi Alonso. Keduanya sama-sama mencatatkan enam kekalahan sebagai pelatih Real Madrid. Catatan ini tentu menjadi sorotan tajam mengingat ekspektasi tinggi terhadap klub sebesar Madrid.
Namun, perbedaan mencolok terlihat dari jumlah pertandingan yang dibutuhkan. Arbeloa mencapai angka tersebut hanya dalam 19 laga, sementara Alonso mencapainya dalam 34 pertandingan. Fakta ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap Arbeloa jauh lebih besar dalam waktu yang lebih singkat.
Pada masa kepelatihannya, Alonso menghadapi lawan berat seperti PSG, Atletico Madrid, hingga Manchester City. Ia juga sempat kalah dari Barcelona di ajang Piala Super Spanyol. Meski demikian, jumlah pertandingan yang lebih banyak membuat situasinya sedikit berbeda dibanding Arbeloa.
Peluang meraih trofi semakin menipis di berbagai kompetisi
Dengan kondisi saat ini, Real Madrid berada dalam situasi yang cukup sulit. Mereka telah tersingkir dari beberapa kompetisi domestik dan tertinggal dalam perburuan gelar La Liga. Kekalahan dari Bayern semakin memperbesar tekanan karena Liga Champions menjadi satu-satunya harapan tersisa.
Performa yang belum stabil sepanjang musim membuat peluang meraih trofi semakin menipis. Madrid harus segera menemukan solusi jika ingin menyelamatkan musim mereka. Konsistensi permainan menjadi faktor utama yang perlu diperbaiki dalam waktu singkat.
Kini, semua mata tertuju pada leg kedua di Allianz Arena. Laga tersebut akan menjadi penentu apakah Madrid masih mampu bangkit atau justru harus mengakhiri perjalanan mereka lebih cepat. Situasi ini juga akan sangat memengaruhi masa depan Arbeloa sebagai pelatih di Santiago Bernabeu.