JAKARTA - Pertandingan panas tersaji di Camp Nou saat Barcelona menjamu Atletico Madrid dalam leg pertama perempat final Liga Champions musim 2025 2026.
Duel yang berlangsung Kamis dini hari WIB itu berakhir pahit bagi tuan rumah setelah takluk dengan skor 0-2. Meski tampil dominan di awal laga, Barcelona gagal memanfaatkan peluang, sementara Atletico justru tampil efektif dalam memaksimalkan momen krusial.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan Hansi Flick, terlebih karena terjadi di hadapan publik sendiri. Situasi semakin sulit setelah insiden kartu merah yang mengubah arah pertandingan secara signifikan. Atletico Madrid pun membawa pulang keunggulan penting sebagai modal menghadapi leg kedua.
Dominasi Awal Barcelona Tak Berbuah Gol
Sejak peluit pertama dibunyikan, Barcelona langsung mengambil inisiatif menyerang. Intensitas tinggi yang ditunjukkan para pemain tuan rumah membuat Atletico Madrid harus bertahan lebih dalam. Marcus Rashford menjadi motor serangan dengan beberapa percobaan berbahaya sejak menit awal.
Pada menit kedua, Rashford melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, tetapi bola masih dapat diamankan oleh kiper Juan Musso. Tidak lama berselang, kombinasi apik antara Rashford dan Lamine Yamal kembali menciptakan peluang, namun Musso tampil sigap menghalau ancaman.
Tekanan terus dilancarkan Barcelona sepanjang babak pertama. Mereka mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang melalui berbagai skema serangan. Namun, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat keunggulan belum juga tercipta.
Perlawanan Atletico Mulai Terlihat
Meski lebih banyak tertekan, Atletico Madrid sesekali mampu memberikan ancaman balik. Julian Alvarez menjadi salah satu pemain yang aktif mencoba menembus pertahanan Barcelona. Pada menit kelima, ia melakukan penetrasi dari sisi kanan dan melepaskan tembakan keras, namun berhasil diamankan oleh Joan Garcia.
Atletico bermain dengan disiplin tinggi dan mengandalkan serangan balik cepat. Pola permainan ini membuat mereka tetap berbahaya meski tidak mendominasi jalannya laga. Pertahanan rapat yang diterapkan juga membuat Barcelona kesulitan menemukan celah.
Situasi ini memperlihatkan kesabaran Atletico dalam menunggu momentum yang tepat. Mereka tidak terburu-buru menyerang, tetapi tetap siap menghukum setiap kesalahan yang dilakukan lawan.
Gol Dianulir Jadi Momen Penting
Barcelona sempat bersorak pada menit ke-18 ketika Rashford berhasil menjebol gawang Atletico. Gol tersebut tercipta setelah ia menyambut umpan silang dari Lamine Yamal dengan penyelesaian yang sempurna. Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama.
Wasit menganulir gol tersebut karena Yamal terlebih dahulu berada dalam posisi offside saat menerima bola. Keputusan ini menjadi salah satu momen penting yang memengaruhi jalannya pertandingan. Barcelona yang sudah merasa unggul harus kembali memulai dari awal.
Setelah itu, tekanan terus dilanjutkan oleh Barcelona. Upaya dari Joao Cancelo dan Robert Lewandowski juga belum membuahkan hasil. Musso tampil gemilang di bawah mistar gawang dengan sejumlah penyelamatan krusial.
Kartu Merah Jadi Titik Balik Pertandingan
Petaka bagi Barcelona datang menjelang akhir babak pertama. Pada menit ke-44, Pau Cubarsi melakukan pelanggaran terhadap Giuliano Simeone dalam situasi yang sangat berbahaya. Awalnya wasit hanya memberikan kartu kuning.
Namun, setelah melakukan peninjauan melalui VAR, keputusan tersebut diubah menjadi kartu merah. Barcelona pun harus bermain dengan sepuluh pemain di sisa waktu pertandingan. Keputusan ini langsung mengubah dinamika permainan secara drastis.
Kehilangan satu pemain membuat Barcelona kesulitan menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Atletico Madrid pun melihat peluang besar untuk memanfaatkan situasi tersebut.
Alvarez Dan Sorloth Pastikan Kemenangan
Tak lama setelah kartu merah, Atletico Madrid langsung memanfaatkan peluang dari tendangan bebas. Julian Alvarez melepaskan sepakan melengkung dari jarak sekitar 20 meter yang tidak mampu dijangkau kiper. Gol tersebut membawa Atletico unggul 1-0 menjelang turun minum.
Memasuki babak kedua, Atletico semakin percaya diri. Dengan keunggulan jumlah pemain, mereka mampu mengendalikan tempo permainan. Barcelona yang tetap mencoba menyerang justru sering kehilangan bola di area berbahaya.
Pada menit ke-70, Alexander Sorloth menggandakan keunggulan Atletico. Gol ini lahir dari skema serangan yang rapi dan menunjukkan efektivitas tim tamu dalam memanfaatkan peluang. Skor 2-0 pun bertahan hingga pertandingan usai.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Atletico Madrid sebelum menjalani leg kedua di Stadion Metropolitano. Sementara itu, Barcelona harus bekerja keras untuk membalikkan keadaan jika ingin tetap melaju di kompetisi ini.