JAKARTA - Rentetan hasil negatif kembali dialami Janice Tjen dalam tur WTA musim ini.
Petenis Indonesia tersebut belum menemukan ritme permainan terbaiknya setelah kembali menelan kekalahan di ajang Charleston Open 2026. Hasil ini memperpanjang tren kurang meyakinkan yang sudah berlangsung dalam beberapa turnamen terakhir. Kekalahan terbaru membuat langkahnya terhenti lebih cepat, sekaligus menambah tekanan menjelang kompetisi berikutnya.
Bertanding di babak kedua, Janice harus mengakui keunggulan wakil tuan rumah, McCartney Kessler. Pertandingan yang berlangsung di Family Circle Tennis Center, Rabu malam waktu setempat, berakhir dengan skor 2-6, 1-6. Hasil tersebut menunjukkan dominasi lawan sejak awal laga. Janice pun belum mampu keluar dari fase sulit yang membayangi performanya dalam beberapa pekan terakhir.
Kekalahan Beruntun Menjadi Sorotan
Sebelum tampil di Charleston, Janice sudah mengalami serangkaian hasil mengecewakan. Ia tersingkir lebih awal di beberapa turnamen besar, termasuk WTA 500 Merida, WTA 1000 Indian Wells, dan WTA 1000 Miami. Catatan tersebut memperlihatkan bahwa konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah utama bagi petenis muda Indonesia itu. Empat kekalahan beruntun menjadi indikator bahwa ia belum menemukan momentum kebangkitan.
Situasi tersebut semakin terasa berat karena Janice sebenarnya mendapat bye di babak pertama Charleston. Kesempatan itu seharusnya bisa dimanfaatkan untuk tampil lebih segar. Namun, tekanan dari performa sebelumnya tampaknya masih memengaruhi permainan. Ketika menghadapi Kessler, ia belum mampu menunjukkan ketenangan serta agresivitas yang dibutuhkan di level kompetisi tinggi.
Awal Pertandingan yang Ketat
Pertandingan dimulai dengan cukup seimbang ketika kedua pemain saling mematahkan servis di dua gim awal. Janice sempat menunjukkan peluang untuk mengembangkan permainan. Akan tetapi, momentum itu tidak bertahan lama setelah lawan mulai meningkatkan tekanan. Kessler kemudian berhasil unggul dan memanfaatkan kesalahan-kesalahan yang muncul dari permainan Janice.
Dalam kondisi tertinggal 1-4, Janice mencoba memperkecil jarak. Ia sempat merebut satu gim penting yang memberi harapan untuk bangkit. Namun, Kessler kembali tampil solid dan menjaga konsistensi permainan. Set pertama akhirnya menjadi milik petenis Amerika Serikat tersebut setelah ia mampu menutupnya dengan kontrol penuh.
Kesulitan Berlanjut di Set Kedua
Memasuki set kedua, peluang Janice untuk membalikkan keadaan semakin berat. Ia sebenarnya memiliki dua kesempatan break point di gim pembuka. Namun, kesempatan tersebut gagal dimanfaatkan, sehingga Kessler justru unggul lebih dulu. Situasi ini memengaruhi mental pertandingan dan membuat Janice semakin tertekan.
Kesalahan demi kesalahan terus terjadi, baik dari sisi servis maupun reli panjang. Kessler dengan cepat menjauh hingga memimpin 2-0. Janice sempat mencuri satu gim sebagai hiburan, tetapi dominasi tuan rumah tidak terbendung. Set kedua pun berakhir cepat, memastikan kemenangan dua set langsung bagi Kessler.
Langkah Ganda Juga Terhenti
Selain di nomor tunggal, Janice juga gagal melangkah jauh di sektor ganda. Ia berpasangan dengan kompatriotnya, Aldila Sutjiadi. Duet Indonesia ini menghadapi pasangan unggulan teratas, Aleksandra Krunic dan Zhang Shuai. Pertandingan berlangsung ketat sebelum akhirnya Janice dan Aldila kalah dengan skor 6-7(3), 5-7.
Pada set pertama, duel berlangsung sengit dengan kedua pasangan saling menjaga servis. Krunic dan Shuai mencoba mendominasi melalui kekuatan servis mereka. Mereka unggul satu ace dan mencatatkan persentase servis pertama sebesar 71,8 persen. Janice dan Aldila melakukan dua kesalahan ganda, sementara lawan berhasil mengonversi satu-satunya peluang break point.
Tie-break menjadi penentu set pembuka. Pasangan unggulan tersebut mampu mengendalikan situasi dan memenangi tujuh dari sepuluh poin. Keunggulan ini memberi mereka momentum untuk melanjutkan dominasi. Janice dan Aldila harus berjuang keras untuk menjaga peluang di set kedua.
Perlawanan di Set Kedua Tidak Cukup
Pada set kedua, Janice dan Aldila berusaha bangkit dengan permainan lebih agresif. Mereka mencatatkan dua ace serta meningkatkan persentase poin pengembalian bola kedua hingga 66,7 persen. Upaya tersebut sempat membuat pertandingan kembali seimbang. Namun, Krunic dan Shuai tetap kokoh dengan servis mereka.
Konsistensi pasangan unggulan akhirnya menjadi pembeda. Mereka mampu mempertahankan keunggulan dan menutup pertandingan setelah satu jam 33 menit. Kekalahan ini memastikan Janice tersingkir di dua nomor sekaligus. Hasil tersebut menambah daftar tantangan yang harus dihadapi dalam upaya memperbaiki performa.
Secara keseluruhan, Charleston Open 2026 menjadi turnamen yang sulit bagi Janice. Baik di nomor tunggal maupun ganda, ia belum mampu menemukan permainan terbaiknya. Rentetan kekalahan yang dialami menjadi evaluasi penting menjelang turnamen berikutnya. Dukungan dan persiapan lebih matang diharapkan bisa membantu Janice kembali ke jalur kemenangan