Lonjakan Penumpang Kereta Api Sumatera Utara Capai 11 Ribu Per Hari

Senin, 30 Maret 2026 | 14:15:44 WIB
Lonjakan Penumpang Kereta Api Sumatera Utara Capai 11 Ribu Per Hari

JAKARTA - Mobilitas masyarakat pada masa arus balik Lebaran di Sumatera Utara menunjukkan peningkatan signifikan. 

Menjelang berakhirnya masa libur panjang, perjalanan kembali ke kota asal semakin padat. Kereta api menjadi salah satu moda transportasi favorit masyarakat. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah penumpang harian. Kondisi tersebut terjadi seiring dimulainya kembali aktivitas sekolah dan pekerjaan. 

PT Kereta Api Indonesia Divre I Sumatera Utara mencatat lonjakan penumpang pada hari terakhir libur Lebaran. Peningkatan ini terjadi pada Minggu akhir Maret. Arus balik didominasi keluarga yang kembali ke domisili asal. Mereka memanfaatkan waktu terakhir sebelum aktivitas kembali normal. Situasi ini mendorong tingginya permintaan perjalanan.

Plt Manager Humas Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prasetyo menyampaikan tingginya mobilitas dipicu berakhirnya libur panjang. Selain itu, aktivitas sekolah dan perkuliahan segera dimulai. Banyak keluarga membawa anak anak kembali. Hal ini terlihat dari kepadatan di berbagai stasiun. Pergerakan penumpang pun meningkat tajam.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan pantauan di Stasiun Medan, penumpang didominasi keluarga. Hari terakhir libur sekolah dimanfaatkan untuk kembali ke kota asal. Orang tua memastikan anak siap beraktivitas kembali. Kondisi tersebut mendorong lonjakan perjalanan. Kepadatan terlihat sejak pagi hari.

Pergerakan penumpang meningkat pada puncak arus balik

Hingga Minggu pagi, lebih dari sepuluh ribu tiket telah terjual. Jumlah tersebut mencakup berbagai jadwal keberangkatan. Penjualan diperkirakan terus bertambah. Hal ini karena perjalanan siang hingga malam masih tersedia. Permintaan tiket tetap tinggi.

Lonjakan penumpang terjadi selama periode arus balik. Rata rata jumlah penumpang mencapai lebih dari sebelas ribu orang per hari. Angka ini lebih tinggi dibanding arus mudik. Perbedaan tersebut menunjukkan pola perjalanan masyarakat. Arus balik cenderung lebih terkonsentrasi.

Pada periode mudik sebelumnya, jumlah penumpang lebih rendah. Rata rata harian berada di bawah sembilan ribu orang. Hal ini menunjukkan perubahan signifikan. Kepadatan arus balik lebih tinggi. Mobilitas masyarakat meningkat menjelang akhir libur.

Rute favorit dorong peningkatan okupansi

Beberapa rute menjadi pilihan utama masyarakat. Salah satunya rute Medan menuju Rantau Prapat. Layanan ini dilayani oleh KA Sribilah. Selain itu, rute Medan ke Tanjung Balai juga ramai. Perjalanan tersebut menggunakan KA Putri Deli.

Rute lain yang diminati adalah Medan menuju Siantar. Layanan ini menggunakan KA Siantar Ekspres. Tingginya minat pada rute tersebut meningkatkan okupansi. Kapasitas kursi terisi hampir penuh. Hal ini mendorong peningkatan layanan.

Minat masyarakat pada rute favorit mencerminkan kebutuhan mobilitas. Banyak penumpang melakukan perjalanan jarak menengah. Kereta api dinilai nyaman dan efisien. Selain itu, jadwal keberangkatan relatif tepat waktu. Faktor tersebut meningkatkan kepercayaan pengguna.

Penambahan rangkaian kereta untuk antisipasi lonjakan

Untuk mengakomodasi lonjakan penumpang, KAI menambah rangkaian kereta. Penambahan dilakukan pada beberapa rute favorit. Pada KA Sribilah ditambahkan kereta kelas bisnis dan ekonomi. Hal ini meningkatkan kapasitas kursi.

Penambahan juga dilakukan pada layanan utama. KA Sribilah Utama mendapat tambahan kereta eksekutif dan bisnis. Rangkaian tambahan telah beroperasi sejak pagi. Layanan ini tetap berjalan hingga malam. Langkah tersebut membantu mengurai kepadatan.

Selain itu, penambahan dilakukan pada KA Putri Deli. KA Siantar Ekspres juga mendapat tambahan kereta ekonomi. Penyesuaian ini meningkatkan daya angkut. Penumpang dapat memperoleh kursi tambahan. Layanan tetap optimal selama arus balik.

Kapasitas kursi meningkat signifikan

Penambahan rangkaian berdampak pada kapasitas. Contohnya pada KA Siantar Ekspres. Kapasitas awal sekitar tiga ratus kursi. Setelah penambahan, kapasitas meningkat menjadi lebih dari empat ratus. Peningkatan ini cukup signifikan.

Langkah tersebut membantu memenuhi permintaan. Penumpang yang sebelumnya tidak mendapat tiket dapat terakomodasi. Operasional kereta tetap berjalan lancar. Penambahan kursi memberikan fleksibilitas. Kepadatan dapat dikurangi.

KAI memastikan layanan tetap aman dan nyaman. Penambahan rangkaian dilakukan sesuai kebutuhan. Koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak. Tujuannya menjaga kelancaran arus balik. Pelayanan tetap menjadi prioritas.

Tren positif selama masa angkutan Lebaran

Selama masa angkutan Lebaran, jumlah pelanggan meningkat. Periode layanan berlangsung hampir tiga pekan. Total penumpang mencapai ratusan ribu orang. Angka tersebut menunjukkan tren positif.

Dibandingkan tahun sebelumnya, terjadi peningkatan. Jumlah pelanggan bertambah sekitar dua persen. Kenaikan ini menunjukkan minat masyarakat. Kereta api semakin diminati. Layanan yang konsisten meningkatkan kepercayaan.

KAI Divre I Sumatera Utara optimistis tren positif berlanjut. Mobilitas masyarakat diperkirakan tetap tinggi. Layanan tambahan disiapkan jika diperlukan. Arus balik menjadi momentum evaluasi. Pelayanan akan terus ditingkatkan.

Terkini