Prabowo Perintahkan Percepatan Implementasi Waste To Energy di Kota Besar

Kamis, 26 Maret 2026 | 13:38:26 WIB
Prabowo Perintahkan Percepatan Implementasi Waste To Energy di Kota Besar

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan arahan agar implementasi program pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau waste to energy (WTE) dipercepat di berbagai kota besar di Indonesia. 

Arahan ini disampaikan melalui pertemuan Presiden dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Perkasa Roeslani, beserta sejumlah menteri kabinet di kediaman Presiden di Hambalang, Bogor.

Menurut Teddy Indra Wijaya, Seskab, program ini menjadi langkah strategis untuk mengatasi persoalan sampah yang selama ini belum tertangani optimal, sekaligus menyediakan energi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. 

“Kepala Danantara melaporkan perkembangan program WTE di kota-kota besar seperti Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, dan Bali,” ujar Teddy.

Target Kota-Kota Besar

Program WTE ini fokus pada kota-kota dengan kepadatan penduduk tinggi yang sering menghadapi masalah penumpukan sampah. 

Kota-kota seperti DKI Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan menjadi prioritas karena volume sampah yang tinggi dan kebutuhan energi listrik yang signifikan. 

Pendekatan ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah lingkungan sekaligus memberikan manfaat energi domestik bagi masyarakat.

Teddy menambahkan, Presiden Prabowo Subianto menekankan perlunya langkah cepat dan terintegrasi dari pemerintah pusat. Sampah yang telah menumpuk lama di berbagai daerah harus segera dikelola dan dimanfaatkan sebagai energi. 

“Presiden menginginkan Pemerintah Pusat segera mengelola sampah-sampah yang telah lama tidak tertangani dengan baik di daerah untuk dibersihkan dan dimanfaatkan menjadi energi listrik,” tambah Teddy.

Solusi Strategis untuk Sampah dan Energi

Program WTE dirancang tidak sekadar mengurangi sampah, tetapi juga sebagai solusi strategis penyediaan energi alternatif. 

Pemanfaatan sampah sebagai sumber energi listrik diyakini dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, sekaligus mengurangi tekanan lingkungan akibat TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang penuh.

Selain aspek lingkungan, pengelolaan sampah berbasis WTE membuka peluang ekonomi baru. 

Dengan hilirisasi yang terintegrasi, kota-kota besar dapat menciptakan lapangan kerja baru di sektor teknologi pengolahan sampah, pemeliharaan fasilitas energi, hingga distribusi listrik. Hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk mendorong pembangunan berkelanjutan yang menguntungkan lingkungan dan ekonomi.

Langkah Terintegrasi dan Hilirisasi

Pendekatan hilirisasi yang diterapkan BPI Danantara memungkinkan sampah tidak hanya dibersihkan, tetapi juga diubah menjadi energi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. 

Program ini memadukan teknologi modern dengan sistem pengelolaan yang terpusat sehingga setiap kota yang menjadi target dapat menekan sampah sekaligus meningkatkan ketahanan energi nasional.

Langkah terintegrasi ini menegaskan arah kebijakan pemerintah untuk membangun sistem pengelolaan sampah modern berbasis teknologi, sekaligus mengoptimalkan sumber daya domestik.

Dengan sistem yang baik, sampah yang selama ini menjadi masalah serius dapat diubah menjadi aset energi yang bermanfaat, sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi lokal.

Manfaat Lingkungan dan Ekonomi

Keberhasilan program WTE diproyeksikan membawa dampak positif ganda: lingkungan lebih bersih dan energi listrik lebih berkelanjutan. 

Kota-kota yang mengimplementasikan WTE dapat mengurangi TPA yang over kapasitas, menurunkan polusi, dan menciptakan lingkungan hidup yang lebih nyaman.

Secara ekonomi, program ini membuka lapangan kerja baru, mendorong inovasi teknologi pengolahan sampah, dan memperkuat ketahanan energi nasional. 

Dengan pengelolaan sampah yang modern, kota-kota besar di Indonesia tidak hanya bertransformasi menjadi lebih bersih, tetapi juga menjadi pusat energi alternatif berbasis sumber daya domestik.

Presiden Prabowo Subianto berharap langkah cepat dan terintegrasi ini dapat menuntaskan persoalan sampah lama sekaligus meningkatkan kapasitas energi listrik di kota-kota besar, mendukung pembangunan berkelanjutan, serta menciptakan kota yang lebih ramah lingkungan dan produktif.

Terkini