Garuda Indonesia dan Citilink Ajukan 449 Extra Flight untuk Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 09:50:05 WIB
Garuda Indonesia dan Citilink Ajukan 449 Extra Flight untuk Mudik Lebaran 2026

JAKARTA - Kebutuhan perjalanan udara biasanya meningkat tajam menjelang Hari Raya Idulfitri. 

Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada periode tersebut, maskapai nasional menyiapkan berbagai langkah operasional agar layanan penerbangan tetap berjalan lancar selama musim mudik.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menambah frekuensi penerbangan pada sejumlah rute yang diperkirakan mengalami peningkatan penumpang. Melalui langkah ini, maskapai berharap dapat memberikan lebih banyak pilihan jadwal perjalanan bagi masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman.

Maskapai nasional Garuda Indonesia bersama anak usahanya Citilink mengajukan ratusan penerbangan tambahan selama periode Angkutan Lebaran tahun ini. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi operasional perusahaan untuk menghadapi lonjakan permintaan selama musim mudik.

Penerbangan tambahan ini diharapkan mampu membantu kelancaran mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran 2026.

Penambahan Penerbangan Selama Musim Lebaran

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. mengajukan total 449 penerbangan tambahan atau extra flight selama musim Angkutan Lebaran 2026. Periode perjalanan yang dilayani oleh penerbangan tambahan tersebut berlangsung mulai 14 hingga 29 Maret 2026.

Direktur Operasi Garuda Indonesia, Dani Haikal Iriawan, mengungkapkan bahwa penerbangan tambahan tersebut terdiri dari 146 penerbangan yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia.

Sementara itu sebanyak 303 penerbangan tambahan lainnya akan dilayani oleh maskapai Citilink. Penambahan frekuensi penerbangan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan kursi bagi penumpang selama musim mudik.

“Kami memastikan kesiapan layanan penerbangan dapat terpenuhi secara optimal sepanjang periode peak season Lebaran,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (12/3/2026).

Rute Penerbangan Dengan Permintaan Tinggi

Maskapai memproyeksikan bahwa sejumlah rute penerbangan akan mengalami peningkatan permintaan penumpang selama musim mudik Lebaran.

Untuk rute domestik, beberapa jalur penerbangan diperkirakan menjadi favorit masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

Di antaranya adalah rute Jakarta menuju Padang, Jakarta menuju Medan, serta Jakarta menuju Balikpapan.

Selain itu rute Jakarta menuju Pekanbaru dan Jakarta menuju Jambi juga diperkirakan mengalami peningkatan permintaan.

Sementara untuk rute internasional, maskapai memproyeksikan tingginya permintaan pada rute Jakarta menuju Singapore, Jakarta menuju Jeddah, Jakarta menuju Medina, serta rute Denpasar menuju Tokyo.

Proyeksi Puncak Arus Mudik Dan Balik

Garuda Indonesia juga memproyeksikan waktu puncak perjalanan selama musim mudik Lebaran tahun ini. Berdasarkan perkiraan perusahaan, puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada 18 Maret 2026.

Sementara itu puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24 Maret 2026. Pada periode tersebut biasanya terjadi peningkatan jumlah penumpang yang cukup signifikan di berbagai bandara.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, maskapai memastikan seluruh kesiapan operasional penerbangan selama periode Angkutan Lebaran.

Langkah ini dilakukan agar perjalanan masyarakat selama musim mudik dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

Kesiapan Armada Pesawat Dan Awak Penerbangan

Dalam mendukung operasional penerbangan selama musim Lebaran, Garuda Indonesia telah menyiapkan total 60 pesawat yang akan dioperasikan selama periode tersebut.

Armada tersebut terdiri dari enam unit Boeing 777-300ER, sebelas unit Airbus A330, serta empat puluh tiga unit Boeing 737-800NG.

Sementara itu Citilink menyiagakan sebanyak 41 pesawat untuk mendukung operasional penerbangan selama musim mudik.

Armada Citilink tersebut terdiri dari tiga puluh sembilan unit Airbus A320 serta dua unit ATR 72-600.

Selain kesiapan armada, Garuda Indonesia Group juga memastikan kesiapan awak pesawat, sistem operasional, hingga layanan pelanggan selama periode angkutan Lebaran.

Penguatan Operasional Dan Layanan Penerbangan

Untuk memastikan layanan penerbangan berjalan lancar, Garuda Indonesia juga mengaktifkan Posko Lebaran di sejumlah hub utama. Posko tersebut berfungsi untuk mengoordinasikan operasional penerbangan selama periode peak season.

Perusahaan juga melibatkan karyawan melalui program piket operasional selama periode libur Lebaran. Langkah ini bertujuan untuk memastikan seluruh sistem operasional berjalan optimal.

Selain itu maskapai juga memperkuat kesiapan layanan secara menyeluruh. Beberapa di antaranya dengan memastikan kesiapan awak pesawat, menjaga kelaikan armada melalui perawatan berkala, serta meningkatkan standar layanan penerbangan.

Perusahaan juga melakukan mitigasi terhadap kemungkinan gangguan operasional penerbangan serta memastikan kesiapan infrastruktur sistem dan layanan ground handling di bandara.

Secara keseluruhan, Garuda Indonesia bersama Citilink menyiapkan sedikitnya 1,3 juta kursi penerbangan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

Dari total kapasitas tersebut, sekitar 616.000 kursi disediakan oleh Garuda Indonesia dan 742.000 kursi lainnya disediakan oleh Citilink. Kapasitas tersebut didukung oleh total 7.634 frekuensi penerbangan yang terdiri dari 3.325 penerbangan Garuda Indonesia dan 4.309 penerbangan Citilink.

Dani juga menegaskan bahwa penetapan harga tiket pesawat Garuda Indonesia telah mengacu pada aturan pemerintah terkait Tarif Batas Atas yang ditetapkan oleh regulator serta mengikuti stimulus pemerintah.

Sementara itu, data dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia mencatat terdapat total 372 unit pesawat yang laik terbang selama masa Angkutan Lebaran 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 101 unit pesawat merupakan armada milik Garuda Indonesia dan Citilink yang siap mendukung kelancaran perjalanan masyarakat selama musim mudik.

Terkini