Investor Asing Borong Saham Energi Bank Telekomunikasi Jelang Libur Panjang Lebaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 09:49:56 WIB
Investor Asing Borong Saham Energi Bank Telekomunikasi Jelang Libur Panjang Lebaran

JAKARTA - Pergerakan investor asing di pasar saham Indonesia kembali menjadi sorotan menjelang periode libur panjang pada Maret 2026. 

Aktivitas pembelian oleh investor global terlihat meningkat meskipun indeks saham domestik mengalami tekanan pada perdagangan terakhir. Kondisi ini menunjukkan adanya strategi akumulasi saham oleh pelaku pasar luar negeri sebelum bursa memasuki masa libur.

Data perdagangan menunjukkan investor asing mencatatkan aksi beli bersih atau net foreign buy pada Kamis, 12 Maret 2026. Total pembelian bersih tersebut mencapai sekitar Rp1 triliun dari keseluruhan nilai transaksi pasar yang mencapai Rp10,01 triliun pada hari itu.

Pergerakan dana asing ini terjadi menjelang libur panjang bursa di Indonesia yang berkaitan dengan dua perayaan besar. Libur pasar saham dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 24 Maret 2026 seiring perayaan Hari Suci Nyepi dan Idulfitri.

Sejumlah saham dari sektor energi, perbankan, hingga telekomunikasi tercatat menjadi incaran utama investor global. Aksi pembelian ini mencerminkan minat investor asing terhadap beberapa emiten besar di Bursa Efek Indonesia.

Pergerakan dana asing menjelang libur panjang pasar saham

Aktivitas pembelian oleh investor asing sering menjadi indikator penting dalam melihat sentimen pasar. Ketika investor global melakukan akumulasi saham, hal tersebut biasanya menunjukkan adanya keyakinan terhadap prospek emiten tertentu maupun kondisi pasar secara umum.

Pada perdagangan Kamis, investor asing mencatatkan pembelian bersih yang cukup signifikan. Nilai net foreign buy mencapai Rp1 triliun dari total transaksi pasar yang tercatat sebesar Rp10,01 triliun.

Aksi beli tersebut terjadi menjelang periode libur panjang bursa saham domestik. Bursa saham Indonesia dijadwalkan menghentikan perdagangan selama beberapa hari pada pertengahan Maret karena rangkaian hari libur nasional.

Situasi tersebut sering dimanfaatkan oleh investor untuk menata kembali portofolio sebelum pasar memasuki masa libur. Beberapa pelaku pasar memilih mengamankan posisi, sementara yang lain justru melakukan akumulasi saham tertentu.

Saham energi hingga perbankan jadi incaran investor asing

Berdasarkan data perdagangan, saham dari sektor energi menjadi salah satu yang paling banyak dibeli oleh investor asing. Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk dengan kode ADRO menjadi yang paling banyak diborong.

Nilai pembelian bersih asing pada saham tersebut tercatat mencapai Rp209,7 miliar. Angka ini menempatkan ADRO sebagai saham dengan net buy asing terbesar pada perdagangan hari itu.

Di posisi berikutnya terdapat saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk dengan kode AADI yang mencatatkan pembelian bersih asing sebesar Rp196,3 miliar.

Selain sektor energi, saham perbankan juga menjadi incaran investor global. Saham PT Bank Mandiri Persero Tbk dengan kode BMRI mencatat net foreign buy sekitar Rp184,8 miliar.

Pergerakan ini menunjukkan bahwa investor asing masih menaruh minat pada emiten besar dari sektor energi dan perbankan yang memiliki kapitalisasi pasar besar di Indonesia.

Daftar saham dengan pembelian asing terbesar

Selain tiga saham utama tersebut, sejumlah emiten lain juga masuk dalam daftar saham yang banyak dikoleksi investor asing pada perdagangan Kamis. Saham dari berbagai sektor terlihat menjadi bagian dari portofolio yang diakumulasi investor global.

Saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk dengan kode SMMA tercatat memiliki nilai net buy sekitar Rp180,5 miliar. Angka ini menempatkannya di posisi empat dalam daftar pembelian asing terbesar.

Kemudian saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk dengan kode ITMG mencatatkan pembelian bersih asing sebesar Rp108,5 miliar.

Beberapa saham besar lainnya juga masuk dalam daftar tersebut, seperti PT Bank Central Asia Tbk dengan kode BBCA yang mencatat net buy Rp100,4 miliar serta PT Telkom Indonesia Persero Tbk dengan kode TLKM sebesar Rp59,6 miliar.

Selain itu, saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk dengan kode BIPI mencatat net buy Rp54,7 miliar. Kemudian saham PT Capital Financial Indonesia Tbk dengan kode CASA mencatat Rp50,6 miliar serta PT Astra International Tbk dengan kode ASII sebesar Rp48,9 miliar.

Indeks saham melemah meski asing melakukan pembelian

Menariknya, aksi pembelian oleh investor asing tersebut terjadi ketika pasar saham Indonesia justru mengalami pelemahan. Pada akhir perdagangan sesi kedua Kamis, indeks saham utama Indonesia mengalami koreksi.

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG tercatat turun sebesar 0,37 persen. Penurunan tersebut setara dengan pelemahan 27,28 poin sehingga indeks berada di level 7.362,12.

Data perdagangan menunjukkan bahwa pergerakan saham pada hari itu didominasi oleh penurunan. Tercatat sebanyak 211 saham mengalami kenaikan, sementara 461 saham turun dan 149 saham lainnya tidak bergerak.

Nilai transaksi di pasar saham mencapai Rp13,38 triliun dengan volume perdagangan sebesar 26,81 miliar saham. Aktivitas perdagangan tersebut terjadi dalam 1,61 juta kali transaksi selama satu hari perdagangan.

Sektor sektor pasar dan saham penggerak indeks

Mayoritas sektor perdagangan di bursa saham Indonesia mengalami pelemahan pada perdagangan tersebut. Koreksi paling dalam terjadi pada sektor infrastruktur, properti, serta sektor konsumer non primer.

Di tengah pelemahan tersebut, hanya beberapa sektor yang mampu mencatatkan penguatan. Sektor teknologi dan sektor finansial menjadi dua sektor yang masih menunjukkan kinerja positif pada perdagangan hari itu.

Saham berkapitalisasi besar juga tercatat menjadi penggerak utama kinerja IHSG. Beberapa saham yang menopang pergerakan indeks antara lain PT DCI Indonesia Tbk dengan kode DCII, kemudian BBCA, BMRI, serta saham energi PT Bayan Resources Tbk dengan kode BYAN dan SMMA.

Sementara itu, tekanan terbesar terhadap IHSG berasal dari pelemahan beberapa saham lain. Saham seperti PT Barito Renewables Energy Tbk BREN, kemudian PT Dian Swastatika Sentosa Tbk DSSA, PT Bumi Resources Minerals Tbk BRMS, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk VKTR serta PT Mora Telematika Indonesia Tbk MORA menjadi beban terbesar bagi pergerakan indeks pada perdagangan hari tersebut.

Terkini