BPTD Maluku Siapkan Dua Puluh Empat Bus DAMRI Layani Mudik Lebaran 2026

Kamis, 12 Maret 2026 | 13:00:35 WIB
BPTD Maluku Siapkan Dua Puluh Empat Bus DAMRI Layani Mudik Lebaran 2026

JAKARTA - Persiapan penyelenggaraan angkutan Lebaran mulai dimatangkan di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Maluku. 

Pemerintah melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Maluku memastikan kesiapan armada transportasi darat untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya pergerakan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Seperti tahun-tahun sebelumnya, layanan transportasi publik menjadi salah satu pilihan utama bagi warga yang ingin melakukan perjalanan antarwilayah di Maluku.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, BPTD Maluku menyiapkan puluhan armada bus yang akan dioperasikan selama masa angkutan Lebaran 2026. Armada ini akan melayani berbagai trayek penting yang menghubungkan sejumlah wilayah di provinsi kepulauan tersebut.

Keberadaan bus-bus tersebut diharapkan mampu membantu kelancaran perjalanan masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal di daerah yang masih terbatas akses transportasinya.

Armada Bus Disiapkan Untuk Mendukung Mobilitas Masyarakat

Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Provinsi Maluku memastikan kesiapan armada transportasi darat untuk melayani masyarakat selama masa angkutan Lebaran. Sebanyak 24 unit bus disiapkan untuk mendukung layanan perjalanan selama periode mudik dan arus balik.

Kepala BPTD Maluku Hasan Bisri mengatakan armada tersebut akan difungsikan untuk membantu mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan selama Lebaran. Bus-bus ini diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan transportasi masyarakat di berbagai wilayah.

“Armada tersebut akan dioperasikan untuk mendukung mobilitas masyarakat selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran 2026,” kata Kepala BPTD Maluku Hasan Bisri, dikutip dari Antara, Rabu, 11 Maret 2026.

Dengan adanya tambahan layanan tersebut, pemerintah berharap perjalanan masyarakat dapat berlangsung lebih lancar dan aman selama periode Lebaran.

Selain itu, keberadaan armada bus juga diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di sejumlah jalur transportasi.

Pemeriksaan Kelayakan Kendaraan Masih Berlangsung

Sebelum dioperasikan secara penuh, seluruh armada bus yang disiapkan untuk angkutan Lebaran masih menjalani proses pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check. Proses ini menjadi tahap penting untuk memastikan kondisi kendaraan benar-benar aman digunakan.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap berbagai komponen kendaraan, mulai dari sistem pengereman, kondisi ban, hingga kelengkapan keselamatan lainnya. Dengan pemeriksaan tersebut, diharapkan seluruh armada yang beroperasi memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan.

Menurut Hasan Bisri, saat ini tingkat kesiapan armada bus yang disiapkan telah mencapai sekitar 70 persen. Sebagian kendaraan masih harus menjalani pemeriksaan lanjutan sebelum dinyatakan siap beroperasi.

“Kesiapan bus saat ini sekitar 70 persen karena masih dilakukan ramp check. Ada beberapa kendaraan yang harus diperiksa ulang karena kelaikannya belum sempurna. Dipastikan semuanya sudah selesai paling lambat besok,” ujarnya.

Setelah proses pemeriksaan selesai, seluruh armada akan siap digunakan untuk melayani masyarakat selama periode angkutan Lebaran.

Trayek Bus Menjangkau Berbagai Wilayah Di Maluku

Dalam pelaksanaan angkutan Lebaran tahun ini, BPTD Maluku menyiapkan 24 unit bus DAMRI yang akan melayani sejumlah trayek perjalanan di provinsi tersebut.

Bus-bus tersebut akan beroperasi pada 13 trayek yang terdiri dari trayek perintis dan trayek antar kota dalam provinsi. Keberadaan trayek ini penting untuk menghubungkan berbagai wilayah yang tersebar di Maluku.

Sebanyak 11 trayek merupakan trayek perintis yang umumnya melayani daerah dengan akses transportasi terbatas. Sementara dua trayek lainnya merupakan trayek antar kota dalam provinsi atau AKDP.

Trayek tersebut mencakup sejumlah wilayah penting seperti Ambon, Seram Barat, Seram Timur, Tual, Buru hingga Saumlaki. Wilayah-wilayah tersebut menjadi jalur utama mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.

“Untuk trayek perintis disiapkan 12 bus dan juga bus cadangan sehingga total yang disiapkan ada 24 unit,” ungkapnya.

Dengan jaringan trayek tersebut, diharapkan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan lebih mudah selama masa mudik Lebaran.

Persiapan Angkutan Lebaran Hampir Rampung

Selain menyiapkan armada bus, BPTD Maluku juga telah melakukan berbagai langkah persiapan lain untuk mendukung penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini.

Hasan Bisri menyampaikan bahwa secara keseluruhan persiapan pelaksanaan angkutan Lebaran telah mencapai sekitar 90 persen. Berbagai koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait juga telah dilakukan.

Koordinasi tersebut melibatkan berbagai pihak yang memiliki peran dalam penyelenggaraan transportasi, termasuk operator transportasi, aparat keamanan, serta instansi terkait lainnya.

“Sampai saat ini persiapan angkutan Lebaran sudah mendekati final, sekitar 90 persen. Tinggal pembuatan tenda posko saja yang belum, tetapi secara koordinasi dengan seluruh pihak sudah berjalan dengan baik sehingga kami siap melaksanakan angkutan Lebaran 2026,” ucapnya.

Dengan kesiapan tersebut, pemerintah berharap pelaksanaan angkutan Lebaran dapat berlangsung dengan lancar dan aman.

Penyiapan Posko Untuk Mendukung Pengawasan Transportasi

Sebagai bagian dari upaya pengawasan dan pengendalian transportasi selama Lebaran, BPTD Maluku juga menyiapkan sejumlah posko angkutan Lebaran di berbagai titik strategis.

Total terdapat sembilan posko yang disiapkan untuk mendukung pelaksanaan angkutan Lebaran tahun ini. Posko tersebut memiliki fungsi berbeda, mulai dari pemantauan lalu lintas hingga pelayanan informasi bagi masyarakat.

Empat posko ditempatkan di pelabuhan penyeberangan yang menjadi titik penting mobilitas masyarakat. Posko tersebut berada di Hunimua, Waipirit, Galala, dan Namlea.

Sementara posko lainnya berupa posko perhitungan lalu lintas yang ditempatkan di beberapa lokasi strategis seperti MCM, bawah Jembatan Merah Putih, Wayame, serta UPPKB Passo yang merupakan jembatan timbang.

Dengan keberadaan posko-posko tersebut, diharapkan proses pemantauan arus transportasi dapat dilakukan secara lebih efektif selama periode mudik dan arus balik Lebaran di wilayah Maluku.

Terkini