Negara Sumber Impor Minyak Terbesar Indonesia Bukan Arab Saudi Melainkan Nigeria Afrika

Kamis, 12 Maret 2026 | 10:35:34 WIB
Negara Sumber Impor Minyak Terbesar Indonesia Bukan Arab Saudi Melainkan Nigeria Afrika

JAKARTA - Ketergantungan Indonesia terhadap impor energi masih menjadi perhatian penting dalam menjaga stabilitas pasokan bahan bakar nasional. 

Selama ini banyak masyarakat mengira bahwa negara-negara Timur Tengah menjadi sumber utama impor minyak bagi Indonesia.

Namun fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang berbeda. Negara seperti Arab Saudi ternyata bukan pemasok terbesar minyak mentah maupun bahan bakar minyak bagi Indonesia. Justru negara-negara dari kawasan Afrika menjadi penyumbang utama impor energi tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia telah melakukan diversifikasi sumber impor minyak guna menjaga ketahanan pasokan energi nasional. Dengan strategi tersebut, pemerintah berupaya memastikan pasokan tetap stabil meskipun terjadi gejolak geopolitik di berbagai wilayah dunia.

Informasi mengenai sumber impor minyak ini disampaikan dalam sebuah agenda diskusi energi yang digelar di Jakarta. Pernyataan tersebut memberikan gambaran lebih jelas mengenai peta pasokan energi Indonesia saat ini.

Sumber Impor Minyak Terbesar Indonesia

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Negara-negara di kawasan Timur-Tengah, termasuk Saudi Arabia ternyata bukan negara sumber impor minyak mentah crude oil maupun impor Bahan Bakar Minyak BBM jadi terbesar bagi Indonesia.

Anggota Komite BPH Migas sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Aspebindo Asosiasi Pemasok Energi Mineral dan Batubara Indonesia Fathul Nugroho menyebut sumber impor minyak bagi Indonesia masih diisi oleh negara-negara di Afrika, utamanya Nigeria dan Angola.

“Yang paling banyak dari Afrika, termasuk dari Nigeria dan Angola. Dan negara-negara lainnya ini termasuk dengan Australia,” ungkap Fathul dalam agenda ASPEBINDO yang dilaksanakan di Jakarta, Rabu 11 Maret 2026.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa peta perdagangan energi Indonesia cukup beragam. Pasokan minyak tidak hanya bergantung pada satu kawasan tertentu.

Dengan kondisi tersebut, Indonesia memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.

Strategi Diversifikasi Pasokan Energi

Menurut Fathul, Indonesia telah menjalankan strategi diversifikasi dalam memperoleh sumber impor minyak. Kebijakan ini dinilai penting untuk menjaga keamanan pasokan energi di tengah dinamika geopolitik global.

Dengan adanya diversifikasi, potensi gangguan pasokan akibat konflik internasional dapat diminimalkan. Hal ini menjadi sangat penting mengingat pasar energi global sangat sensitif terhadap ketegangan politik maupun konflik bersenjata.

“Artinya kita bicara security of suplay, kita sudah baik. Baik yang dari luar maupun dalam negeri. Kita juga sedang mengejar target APBN dan sekarang sudah di kisaran itu,” tambah dia.

Strategi ini juga memberikan ruang bagi pemerintah untuk menyesuaikan sumber impor sesuai dengan kondisi pasar. Dengan begitu stabilitas pasokan energi nasional dapat tetap terjaga.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan energi Indonesia di tengah perubahan global yang dinamis.

Negara Pemasok Minyak Terbesar ke Indonesia

Secara lebih rinci, terdapat beberapa negara yang menjadi pemasok minyak terbesar bagi Indonesia. Negara yang menempati posisi pertama justru berasal dari kawasan Afrika.

Nigeria tercatat sebagai pemasok terbesar dengan volume impor mencapai 34,07 juta barel atau sekitar 25 persen dari total impor Indonesia.

Posisi kedua ditempati Angola dengan volume impor sebesar 28,5 juta barel atau setara 21 persen dari total impor minyak Indonesia.

Sementara itu Arab Saudi berada di posisi ketiga dengan volume impor mencapai 25,36 juta barel atau sekitar 19 persen.

Selain ketiga negara tersebut, terdapat pula sejumlah negara lainnya yang turut memasok minyak bagi Indonesia dengan total volume mencapai 47,40 juta barel atau sekitar 35 persen dari keseluruhan impor.

Data tersebut menunjukkan bahwa sumber pasokan minyak Indonesia berasal dari berbagai negara di dunia.

Jenis Impor Minyak yang Dilakukan Indonesia

Dalam praktiknya, Indonesia melakukan impor minyak dalam dua kategori utama. Kedua jenis impor tersebut memiliki fungsi yang berbeda dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.

Jenis pertama adalah impor minyak mentah atau crude oil. Minyak mentah ini nantinya akan diproses melalui kilang di dalam negeri agar dapat diolah menjadi berbagai produk bahan bakar.

Jenis kedua adalah impor dalam bentuk bahan bakar minyak jadi yang siap digunakan oleh konsumen.

“Kebutuhan kita per day itu sekitar 1,6 juta barel dalam bentuk crude, kalau dalam bentuk BBM jadi itu sekitar 250 ribu kl per hari. Ini yang kita impor kira-kira setengahnya dalam bentuk crude dan setengahnya lagi dalam bentuk BBM jadi,” jelasnya.

Dengan kombinasi impor tersebut, kebutuhan energi nasional dapat dipenuhi baik melalui pengolahan domestik maupun pasokan bahan bakar siap pakai.

Cadangan BBM Indonesia Jelang Lebaran

Lebih lanjut, sesuai dengan pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, BPH Migas menjamin cadangan operasional BBM di Indonesia aman hingga Lebaran Idul Fitri tahun ini.

Berdasarkan data BPH Migas, cadangan operasional BBM nasional masih berada dalam kondisi yang cukup aman.

Cadangan bensin tercatat mampu memenuhi kebutuhan selama 25,7 hari dengan kapasitas sekitar 2,77 juta kilo liter.

Sementara itu cadangan solar dan biosolar terbagi menjadi dua kategori yakni Solar dengan CN 48 yang memiliki cadangan 16,2 hari dengan kapasitas 1,3 juta kilo liter.

Kemudian Dex dengan CN 53 memiliki cadangan mencapai 45,3 hari dengan kapasitas sekitar 89,7 juta kilo liter.

Adapun cadangan bahan bakar pesawat atau avtur tercatat mampu memenuhi kebutuhan selama 37,6 hari dengan kapasitas sekitar 526,66 ribu kilo liter.

“Hingga saat ini, cadangan operasional BBM Indonesia tergolong aman hingga setelah momentum Ramadan dan Idul Fitri 2026,” katanya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasokan energi nasional masih berada dalam kondisi terkendali. Pemerintah pun terus memantau perkembangan pasar energi global untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan baik.

Terkini