JAKARTA - Dinamika mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Maluku pada awal tahun menunjukkan perubahan yang cukup terasa.
Pergerakan penumpang maupun arus barang mengalami fluktuasi dibanding bulan sebelumnya. Data resmi mencatat penurunan pada sejumlah moda transportasi utama.
Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada Januari 2026 sebanyak 38.886 orang, turun 12,15 persen dibanding Desember 2025 yang tercatat sebesar 44.263 orang. Sementara arus kedatangan penumpang juga mengalami pelemahan yang cukup signifikan pada periode yang sama.
Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang datang pada Januari 2026 sebanyak 41.906 orang, turun 23,35 persen dibanding Desember 2025 yang tercatat sebesar 54.669 orang. Penurunan ini mencerminkan perlambatan aktivitas perjalanan udara domestik di wilayah tersebut.
Demikian penjelasan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia di Ambon, Selasa (10/3/2026).
Pergerakan Penumpang Laut Pelabuhan Utama
Menurut Pattiwaellapia, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri pada pelabuhan utama Pelabuhan Yos Sudarso Ambon yang berangkat pada Januari 2026 tercatat sebanyak 55.986 orang, naik sekitar 12,60 persen dibanding bulan sebelumnya yaitu 49.722 orang.
Kenaikan ini menunjukkan peningkatan aktivitas transportasi laut di pelabuhan utama. Mobilitas masyarakat antarpulau melalui jalur laut masih menjadi pilihan penting bagi warga Maluku.
Pergerakan Penumpang Laut Pelabuhan Pengumpul
Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri pada 7 pelabuhan pengumpul yang berangkat pada Januari 2026 tercatat sebanyak 52.565 orang, turun sekitar 20,67 persen dibanding bulan sebelumnya yaitu 66.262 orang.
Penurunan ini berbanding terbalik dengan kondisi di pelabuhan utama. Aktivitas pelayaran di pelabuhan pengumpul mengalami perlambatan pada awal tahun.
Arus Barang Angkutan Udara
Selain itu kata Pattiwaellapia, jumlah barang dan bagasi yang dimuat menggunakan angkutan udara pada Januari 2026 tercatat sebanyak 593,40 ton, turun sekitar 12,74 persen dibanding bulan sebelumnya yaitu 680,04 ton.
Penurunan volume ini menandakan melemahnya distribusi logistik melalui jalur udara. Pergerakan kargo ikut terpengaruh oleh penurunan aktivitas transportasi penumpang.
Distribusi Barang Melalui Jalur Laut
Termasuk jumlah barang yang dimuat melalui angkutan laut pada Januari 2026 tercatat sebanyak 92,54 ribu ton, juga turun sekitar 36,57 persen dibanding bulan sebelumnya yaitu 145,90 ribu ton.
Sementara itu, jumlah barang yang dibongkar melalui angkutan laut pada Januari 2026 tercatat sebanyak 167,47 ribu ton, turun sekitar 20,59 persen dibanding bulan sebelumnya yaitu 210,89 ribu ton. Penurunan ini mencerminkan perlambatan distribusi logistik laut di wilayah Maluku.