IHSG Ambruk Tiga Persen Analis Rekomendasikan Saham Potensial Cuan Hari Ini

Selasa, 10 Maret 2026 | 11:48:37 WIB
IHSG Ambruk Tiga Persen Analis Rekomendasikan Saham Potensial Cuan Hari Ini

JAKARTA - Pergerakan pasar saham nasional memasuki pekan ini dengan tekanan yang tidak ringan. 

Aksi jual terjadi di berbagai sektor dan membuat indeks utama terkoreksi tajam. Situasi tersebut mencerminkan meningkatnya kehati hatian pelaku pasar. Sentimen global dan domestik berbaur memengaruhi keputusan investor.

Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin 9 Maret. IHSG turun 3,27 persen ke level 7.337,37. Penurunan indeks terjadi di tengah tekanan luas pada hampir seluruh sektor saham. Kondisi ini memperlihatkan pelemahan yang merata.

Saham Penopang Dan Pemberat Pergerakan Indeks

Meski IHSG terkoreksi, beberapa saham masih mencatat kenaikan dan menjadi penopang indeks. Di antaranya DCII yang naik 2,44 persen. SMMA menguat 4,48 persen. Sementara MORA melonjak 8,85 persen sebagai leading movers.

Sebaliknya, saham saham berkapitalisasi besar justru menjadi pemberat pasar. BBRI turun 2,72 persen. BYAN terkoreksi 7,06 persen. BREN melemah 4,85 persen sehingga masuk jajaran lagging movers. Tekanan pada saham besar memperdalam pelemahan indeks.

Aksi Investor Asing Dan Kinerja Sektoral

Menariknya, investor asing justru mencatatkan aksi beli bersih sebesar Rp749,85 miliar di pasar reguler. Di seluruh pasar, nilai net buy bahkan mencapai Rp1,11 triliun. Namun arus dana tersebut belum mampu menahan pelemahan indeks secara keseluruhan. Tekanan jual domestik masih dominan.

Dari sisi sektoral, seluruh sektor saham ditutup di zona merah. Sektor transportasi mengalami penurunan terdalam dengan koreksi 5,22 persen. Pelemahan sektoral ini menunjukkan tekanan yang meluas. Investor cenderung melakukan realokasi portofolio.

Pengaruh Sentimen Global Terhadap Pasar

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat bergerak berlawanan arah dengan pasar domestik. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,50 persen ke level 47.740. Indeks S&P 500 menguat 0,83 persen ke 6.795. Adapun Nasdaq Composite melonjak 1,38 persen ke 22.695.

Sentimen positif di Wall Street dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menyebut konflik dengan Iran berpotensi segera berakhir. Ia juga menilai harga minyak global akan turun dalam waktu dekat. Optimisme tersebut mendorong penguatan indeks.

Untuk aset Indonesia di pasar global, ETF Indonesia atau iShares MSCI Indonesia ETF tercatat menguat 1,17 persen. Namun indeks MSCI Indonesia masih terkoreksi 3,03 persen. Pergerakan ini menunjukkan sentimen yang masih beragam.

Tekanan Fundamental Pada Sektor Perbankan

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap saham perbankan juga datang dari keputusan lembaga pemeringkat Fitch Ratings. Fitch menurunkan outlook tiga bank BUMN yakni BMRI, BBRI, dan BBNI. Selain itu, LPEI juga mengalami perubahan outlook dari stabil menjadi negatif.

Meski demikian, Fitch tetap mempertahankan peringkat utang jangka panjang pada level BBB. Perubahan prospek tersebut merupakan dampak lanjutan dari keputusan Fitch pada 4 Maret. Saat itu outlook peringkat Indonesia lebih dulu diubah menjadi negatif. Langkah ini memengaruhi persepsi risiko investor.

Keputusan tersebut juga mengikuti langkah Moody’s pada bulan sebelumnya. Moody’s memangkas outlook lima bank besar Indonesia menjadi negatif. Bank yang terdampak adalah BBCA, BMRI, BBNI, BBRI, dan BBTN.

Gambaran Teknikal Dan Aksi Korporasi

Secara teknikal, saham BMRI dan BBRI tercatat mengalami gap down. Keduanya berpotensi bergerak menuju area support terdekat. Level support BMRI berada di sekitar Rp4.730 dan BBRI di kisaran Rp3.500. Pola ini menjadi perhatian pelaku pasar teknikal.

Di sisi lain, Bank Negara Indonesia memutuskan membagikan dividen sebesar Rp13,03 triliun dalam RUPST pada 9 Februari. Nilai tersebut setara 65 persen dari laba bersih konsolidasian tahun buku 2025 sebesar Rp20,40 triliun. Kebijakan ini memberi sinyal positif bagi pemegang saham.

Sebesar 35 persen sisanya atau sekitar Rp7,01 triliun dialokasikan sebagai saldo laba ditahan. Dengan jumlah saham beredar 37,30 miliar lembar, dividen per saham BBNI tercatat Rp349,30. Nilai ini sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp374,06.

Rekomendasi Saham Pilihan Analis Hari Ini

Rekomendasi saham hari ini dari Mega Capital Sekuritas mencakup beberapa emiten potensial. Saham CYBR direkomendasikan buy pada area 1340 hingga 1355. Target price berada di rentang 1400 hingga 1445 dengan stop loss 1265.

Saham DEWA direkomendasikan buy pada kisaran 406 hingga 412. Target price berada di rentang 420 hingga 432 dengan stop loss 380. Peluang trading jangka pendek dinilai cukup menarik.

Berikutnya saham WIIM direkomendasikan buy di area 1990 hingga 2010. Target price dipatok 2050 hingga 2100 dengan stop loss 1870. Pergerakan teknikal dinilai mendukung strategi tersebut.

Saham STAA direkomendasikan buy pada rentang 1240 hingga 1250. Target price berada di 1280 hingga 1310 dengan stop loss 1160. Volume perdagangan menunjukkan minat pasar.

Terakhir, saham BUMI direkomendasikan buy pada area 216 hingga 220. Target price berada di kisaran 226 hingga 238 dengan stop loss 202. Rekomendasi ini mempertimbangkan momentum teknikal jangka pendek.

Terkini