JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis di zona merah, turun 0,31% ke level 8.265,35.
Pelemahan terjadi seiring aksi jual investor asing yang mencatat net sell Rp2,03 triliun di pasar reguler dan Rp1,49 triliun di seluruh pasar. Meski begitu, beberapa saham masih menjadi penopang utama pergerakan indeks.
Saham ENRG, BMRI, dan TLKM memberikan dukungan positif terhadap IHSG, sementara BBCA, DSSA, dan BRPT menahan laju penurunan lebih dalam. Dari sisi sektoral, tujuh dari 11 sektor melemah, dengan sektor kesehatan menurun paling tajam, sedangkan sektor basic industry menjadi yang paling kuat.
Sentimen Global dan Volatilitas Pasar
Pasar domestik tak lepas dari tekanan global. Pelemahan bursa Amerika Serikat tercermin dari penurunan indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq. Investor domestik pun ikut terpengaruh arus keluar dana asing yang menekan kinerja ETF EIDO dan MSCI Indonesia.
Volatilitas diperkirakan masih berlanjut menjelang libur panjang. Sentimen global dan pergerakan asing menjadi faktor penting yang menentukan arah IHSG dalam beberapa hari mendatang. Investor disarankan untuk tetap waspada dan memantau pergerakan pasar secara harian.
Kinerja Emiten Unggulan Mendukung Optimisme
Unilever Indonesia (UNVR) mencatat lonjakan laba bersih sepanjang 2025, naik 126,83% menjadi Rp7,64 triliun. Pertumbuhan ini didukung penjualan bersih yang meningkat 4,31% menjadi Rp31,94 triliun. Segmen kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh tumbuh 4,16% menjadi Rp23,35 triliun, sementara makanan dan minuman naik 4,74% menjadi Rp8,58 triliun.
Selain peningkatan pendapatan, UNVR melakukan efisiensi biaya operasional, termasuk penurunan beban pemasaran, penjualan, dan administrasi. Efisiensi ini mendorong laba usaha naik 20,61% menjadi Rp4,59 triliun. Dari sisi teknikal, saham UNVR ditutup di atas rata-rata pergerakan jangka pendek, membuka peluang penguatan lanjutan.
Ekspansi dan Prospek Samudera Indonesia
Samudera Indonesia (SMDR) menyiapkan belanja modal sekitar US$200 juta atau setara Rp3,36 triliun pada 2026 untuk ekspansi kapasitas armada dan fasilitas logistik. Dana dialokasikan untuk kapal peti kemas, chemical tanker, LNG, serta pengembangan terminal Patimban.
Perusahaan berpeluang mendapat dukungan dari rencana kebijakan insentif bea masuk nol persen untuk komponen galangan kapal. Jika terealisasi, biaya proyek dapat ditekan sehingga mendukung efisiensi dan pertumbuhan jangka panjang. Langkah ini dinilai positif bagi fundamental SMDR di tengah pasar yang fluktuatif.
Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mega Capital Sekuritas
TLKM - Buy 3.530-3.560 | TP 3.600-3.700 | SL 3.340
BKSL - Buy 148-150 | TP 154-159 | SL 139
LPKR - Buy 98-99 | TP 102-105 | SL 92
AADI - Buy 8.550-8.625 | TP 8.800-8.950 | SL 8.125
VKTR - Buy 880-890 | TP 915-945 | SL 845
Saham-saham ini dipilih berdasarkan analisis teknikal dan fundamental, sekaligus mempertimbangkan tren pasar menjelang libur panjang. Investor diimbau menyesuaikan strategi sesuai profil risiko masing-masing dan mengutamakan keputusan investasi bijak.
Tips Menghadapi Pelemahan IHSG
Dalam kondisi pasar yang melemah, diversifikasi portofolio menjadi kunci. Investor dapat memantau saham unggulan yang memiliki fundamental kuat seperti UNVR dan TLKM. Mengelola risiko melalui stop loss juga penting agar kerugian dapat ditekan.
Selain itu, memperhatikan sentimen global, data ekonomi AS, dan arus modal asing akan membantu memprediksi arah IHSG. Pemantauan rutin terhadap pergerakan sektor kesehatan dan basic industry juga dapat memberikan peluang investasi jangka pendek.